Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Asia Jatuh Setelah Fed Naikkan Suku Bunga 50 bps

Penulis : Grace El Dora
15 Des 2022 | 08:50 WIB
BAGIKAN
Papan penawaran harga saham elektronik dipajang di dalam ruang konferensi di Tokyo, Jepang pada 1 November 2021. (FOTO: Reuters/Issei Kato)
Papan penawaran harga saham elektronik dipajang di dalam ruang konferensi di Tokyo, Jepang pada 1 November 2021. (FOTO: Reuters/Issei Kato)

TOKYO, investor.id – Pasar Asia Pasifik diperdagangkan lebih rendah setelah Federal Reserve (Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) ke level tertinggi dalam 15 tahun.

S&P/ ASX 200 turun 0,19%. Nikkei 225 di Jepang diperdagangkan sedikit lebih rendah, karena investor mencerna data perdagangan dari Jepang dan Korea Selatan.

Kospi Korea Selatan juga turun 0,44%.

Sejumlah data ekonomi juga diharapkan dari Tiongkok termasuk hasil industri, penjualan ritel, dan pengangguran, karena konferensi kebijakan ekonomi tahunan utama dijadwalkan berlangsung di negara tersebut. Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan tertutup akan berlangsung hingga Jumat (16/12), lapor Reuters.

ADVERTISEMENT

Di Amerika Serikat (AS), S&P 500 menghentikan kenaikan beruntun dua hari setelah keputusan bank sentral. Rata-rata indeks utama mencapai posisi terendah sesi setelah Gubernur Fed Jerome Powell mengisyaratkan lebih banyak data diperlukan, sebelum bank sentral mengubah arah kebijakannya tentang inflasi secara signifikan.

Data perdagangan Jepang mengalahkan perkiraan, melaporkan defisit perdagangan yang lebih besar. Ekspor dan impor Jepang untuk November tumbuh lebih dari yang diharapkan secara tahunan, menurut data resmi.

Ekspor untuk bulan ini naik 20%, mengalahkan ekspektasi 19,8% dalam survei Reuters. Impor naik 30,3%, juga lebih tinggi dari ekspektasi 27% dalam jajak pendapat Reuters.

Hal ini menghasilkan defisit perdagangan yang lebih besar dari perkiraan sebesar 2,02 triliun yen (US$ 14,91 miliar) setelah membukukan 2,16 triliun yen (US$ 15,96 miliar) pada bulan sebelumnya.

Tingkat Pengangguran Australia Sesuai Ekspektasi

Tingkat pengangguran Australia untuk November tetap di 3,5% secara tahunan, sejalan dengan ekspektasi dari jajak pendapat Reuters dan datar dari bulan sebelumnya.

Data resmi dari Biro Statistik Australia menunjukkan tingkat partisipasi tenaga kerja juga tetap di 66,7%, sementara rasio pekerjaan terhadap populasi tetap di 64,4%.

Jam kerja bulanan meningkat menjadi 1,89 miliar.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 7 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 45 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 49 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia