Taiwan Catat Kontraksi Ekonomi Terbesar Sejak Krisis Global 2009
TAIPEI, investor.id – Perekonomian Taiwan menyusut pada kuartal terakhir 2022, kata pemerintah pada Rabu (18/1). Ini menjadi kontraksi kuartalan terburuk di pulau itu sejak dihantam oleh krisis keuangan global pada akhir 2009.
Produk domestik bruto (PDB) pada kuartal terakhir tahun lalu turun 0,86% dari tahun ke tahun (YoY), menurut angka awal yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi, dan Statistik Taiwan.
Itu adalah penurunan pertama sejak kuartal pertama 2016 dan jauh lebih buruk dari kenaikan 1,52% yang diperkirakan pemerintah pada November 2022.
“Tekanan dari inflasi dan kenaikan suku bunga terus menekan permintaan global, dan rantai industri terus menyesuaikan persediaan,” kata departemen anggaran pemerintah dalam sebuah pengumuman, Rabu.
Pandemi yang memburuk di Tiongkok, yang merupakan mitra dagang terbesar Taiwan, juga mengganggu aktivitas konsumsi dan manufaktur, katanya.
Terlepas dari ukurannya, Taiwan adalah salah satu ekonomi terpenting di dunia berkat perannya yang sangat besar dalam memroduksi peralatan berteknologi tinggi. Khususnya produksi semikonduktor canggih, yakni industri yang didominasinya.
Pulau itu berhasil melewati pandemi virus corona awal dengan baik, menjadi salah satu dari sedikit negara yang mencatat pertumbuhan ekonomi pada 2020.
Pada 2021 terjadi ledakan pesanan saat aktivitas dunia mulai dibuka kembali setelah berbulan-bulan lockdown pandemi. Permintaan semikonduktor sangat besar dan pengecoran logam Taiwan hampir tidak dapat memenuhinya.
Tahun berikutnya melihat pertumbuhan yang kuat pada awalnya tetapi permintaan menurun pada kuartal terakhir 2022.
Ekspor pulau itu turun 8,63% dalam tiga bulan terakhir tahun lalu dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut angka yang dirilis Rabu.
Ekspor ke Tiongkok dan Hong Kong turun lebih jauh sebesar 15,6%, kata pemerintah.
Pertumbuhan PDB Taiwan setahun penuh untuk 2022 diperkirakan 2,43% untuk 2022, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 3,06%, katanya.
“Faktor pertumbuhan yang lambat ini akan bertahan, setidaknya pada paruh pertama 2023. Bahkan pembukaan kembali Tiongkok daratan tidak dapat banyak meningkatkan permintaan semikonduktor,” kata Iris Pang, kepala ekonom ING untuk Greater China.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

