Jumat, 15 Mei 2026

Taiwan Catat Kontraksi Ekonomi Terbesar Sejak Krisis Global 2009

Penulis : Grace El Dora
18 Jan 2023 | 17:58 WIB
BAGIKAN

TAIPEI, investor.id – Perekonomian Taiwan menyusut pada kuartal terakhir 2022, kata pemerintah pada Rabu (18/1). Ini menjadi kontraksi kuartalan terburuk di pulau itu sejak dihantam oleh krisis keuangan global pada akhir 2009.

Produk domestik bruto (PDB) pada kuartal terakhir tahun lalu turun 0,86% dari tahun ke tahun (YoY), menurut angka awal yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi, dan Statistik Taiwan.

Itu adalah penurunan pertama sejak kuartal pertama 2016 dan jauh lebih buruk dari kenaikan 1,52% yang diperkirakan pemerintah pada November 2022.

ADVERTISEMENT

“Tekanan dari inflasi dan kenaikan suku bunga terus menekan permintaan global, dan rantai industri terus menyesuaikan persediaan,” kata departemen anggaran pemerintah dalam sebuah pengumuman, Rabu.

Pandemi yang memburuk di Tiongkok, yang merupakan mitra dagang terbesar Taiwan, juga mengganggu aktivitas konsumsi dan manufaktur, katanya.

Terlepas dari ukurannya, Taiwan adalah salah satu ekonomi terpenting di dunia berkat perannya yang sangat besar dalam memroduksi peralatan berteknologi tinggi. Khususnya produksi semikonduktor canggih, yakni industri yang didominasinya.

Pulau itu berhasil melewati pandemi virus corona awal dengan baik, menjadi salah satu dari sedikit negara yang mencatat pertumbuhan ekonomi pada 2020.

Pada 2021 terjadi ledakan pesanan saat aktivitas dunia mulai dibuka kembali setelah berbulan-bulan lockdown pandemi. Permintaan semikonduktor sangat besar dan pengecoran logam Taiwan hampir tidak dapat memenuhinya.

Tahun berikutnya melihat pertumbuhan yang kuat pada awalnya tetapi permintaan menurun pada kuartal terakhir 2022.

Ekspor pulau itu turun 8,63% dalam tiga bulan terakhir tahun lalu dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut angka yang dirilis Rabu.

Ekspor ke Tiongkok dan Hong Kong turun lebih jauh sebesar 15,6%, kata pemerintah.

Pertumbuhan PDB Taiwan setahun penuh untuk 2022 diperkirakan 2,43% untuk 2022, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 3,06%, katanya.

“Faktor pertumbuhan yang lambat ini akan bertahan, setidaknya pada paruh pertama 2023. Bahkan pembukaan kembali Tiongkok daratan tidak dapat banyak meningkatkan permintaan semikonduktor,” kata Iris Pang, kepala ekonom ING untuk Greater China.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 25 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia