Jumat, 15 Mei 2026

Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis Berakhir di Wilayah Negatif

Penulis : Indah Handayani
11 Feb 2023 | 05:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi bursa Eropa
Sumber: Antara
Ilustrasi bursa Eropa Sumber: Antara

LONDON, investor.id – Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis berakhir di wilayah negatif pada perdagangan Jumat waktu setempat (10/2/2023).

Saham-saham Inggris berbalik melemah dari keuntungan tiga hari berturut-turut. Dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terpangkas 28,70 poin (0,36%) menjadi menetap di 7.882,45 poin.

Indeks FTSE 100 terangkat 25,98 poin (0,33%) menjadi 7.911,15 poin pada Kamis (9/2/2023). Setelah bertambah 20,46 poin (0,26%) menjadi 7.885,17 poin pada Rabu (8/2/2023). Menguat 28,00 poin (0,36%) menjadi 7.864,71 poin pada Selasa (7/2/2023).

ADVERTISEMENT

Saham Evraz PLC, sebuah perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia, membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terjungkal 12,59%.

Sedangkan saham-saham Jerman menghentikan keuntungan selama dua hari berturut-turut. Dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt anjlok 215,44 poin (1,39%) menjadi menetap di 15.307,98 poin.

Indeks DAX 40 bertambah 111,37 poin (0,72%) menjadi 15.523,42 poin pada Kamis (9/2/2023). Setelah menguat 91,17 poin (0,60%) menjadi 15.412,05 poin pada Rabu (8/2/2023). Merosot 25,03 poin (0,16%) menjadi 15.320,88 poin pada Selasa (7/2/2023).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, hanya lima saham yang berhasil mencatat keuntungan, sementara 34 saham mengalami kerugian dan satu saham diperdagangkan tidak berubah.

Saham Adidas AG, sebuah perusahaan industri sepatu olahraga, peralatan dan perlengkapan olahraga multinasional Jerman, menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya menukik 10,88%.

Sementara itu, saham-saham Prancis berbalik melemah dari kenaikan sehari sebelumnya. Dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris merosot 58,63 poin (0,82%) menjadi menetap di 7.129,73 poin.

Indeks CAC 40 bangkit 68,53 poin (0,96%) menjadi 7.188,36 poin pada Kamis (9/2/2023). Setelah tergerus 12,52 poin (0,18%) menjadi 7.119,83 poin pada Rabu (8/2/2023). Menyusut 4,75 poin (0,07%) menjadi 7.132,35 poin pada Selasa (7/2/2023).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, hanya enam saham yang berhasil membukukan keuntungan, sementara 34 saham lainnya menderita kerugian.

Saham Worldline SA, sebuah perusahaan jasa-jasa pembayaran dan transaksi multinasional Prancis, menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya terpuruk 5,03%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia