Saham-Saham Inggris, Jerman dan Prancis Berakhir Melemah
LONDON, investor.id – Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis berakhir melemah pada Selasa waktu setempat (7/3/2023).
Saham-saham Inggris memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut. Dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London tergerus 10,31 (0,13%) poin menjadi menetap di 7.919,48 poin.
Indeks FTSE 100 terpangkas 17,32 poin (0,22%) menjadi 7.929,79 poin pada Senin (6/3/2023). Setelah terkerek 3,07 poin (0,04%) menjadi 7.947,11 poin pada Jumat (3/3/2023). Bertambah 29,11 poin (0,37%) menjadi 7.944,04 poin pada Kamis (2/3/2023).
Evraz PLC, sebuah perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terjungkal 12,59%.
Hal serupa juga terjadi pada saham-saham Jerman yang berbalik melemah dari keuntungan tiga hari berturut-turut. Dngan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt tergelincir 94,05 poin (0,60%) menjadi menetap di 15.559,53 poin.
Indeks DAX 40 terangkat 75,19 poin (0,48%) menjadi 15.653,58 poin pada Senin (6/3/2023). Setelah melonjak 250,75 poin (1,64%) menjadi 15.578,39 poin pada Jumat (3/3/2023). Terkerek 22,62 poin (0,15%) menjadi 15.327,64 poin pada Kamis (2/3/2023).
Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, sebanyak 10 saham berhasil mencatat keuntungan, sementara 30 saham lainnya mengalami kerugian.
Vonovia SE, sebuah perusahaan properti dan pengembang real estat multinasional Eropa menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya terpuruk 5,63%.
Saham-saham Prancis juga berakhir lebih rendah dan menghentikan reli selama tiga hari berturut-turut. Dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris terpangkas 33,94 poin (0,46%) menjadi menetap di 7.339,27 poin.
Indeks CAC 40 bertambah 25,09 poin (0,34%) menjadi 7.373,21 poin pada Senin (6/3/2023). Setelah menguat 63,90 poin (0,88%) menjadi 7.348,12 poin pada Jumat (3/3/2023). Terangkat 49,97 poin (0,69%) menjadi 7.284,22 poin pada Kamis (2/3/2023).
Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, hanya delapan saham yang berhasil membukukan keuntungan, sementara 31 saham menderita kerugian dan satu saham diperdagangkan tidak berubah.
Eurofins Scientific SE, sebuah kelompok laboratorium Prancis yang menyediakan layanan pengujian dan dukungan untuk industri farmasi, makanan, lingkungan, agriscience, dan produk konsumen menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya tergelincir 2,09%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler






