Tiongkok Kecam Keras Rencana Jerman yang Akan Larang Huawei dan ZTE
ISTANBUL, investor.id – Pemerintah Tiongkok mengecam keras rencana otoritas Jerman yang dikabarkan mempertimbangkan pelarangan beberapa komponen perusahaan Tiongkok, seperti Huawei dan ZTE, dalam jaringan telekomunikasi mereka. Pihaknya juga mendesak Jerman untuk “mendengarkan suara-suara di dalam negeri dengan hati-hati”.
Mengacu pada data Eropa, Kedutaan Besar (Kedubes) Tiongkok di Berlin dalam pernyataan resmi mengatakan Huawei menyumbang hampir 60% dari peralatan jaringan 5G Jerman. “Memberikan kontribusi positif untuk pembangunan infrastruktur komunikasi di Jerman,” katanya, dilansir dari AFP, Kamis (9/3).
“Huawei telah lama beroperasi sesuai dengan hukum dan peraturan, dan teknologinya sesuai dengan standar keselamatan,” demikian menurut pernyataan yang disiarkan Selasa (7/3) malam.
Sebelumnya di hari yang sama, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Jerman yang tidak disebutkan namanya mengatakan pemerintah telah melakukan tinjauan umum terhadap pemasok teknologi telekomunikasi. Tetapi pihaknya menambahkan pernyataan itu tidak diarahkan pada produsen tertentu.
“Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara dan pasukan anti Tiongkok terus berusaha mencoreng Huawei dengan tuduhan yang dibuat-buat. Tetapi tidak pernah ada bukti peralatan dan komponen Huawei menimbulkan risiko keamanan,” kata Kedubes Tiongkok.
“Jika laporan itu benar (maka Tiongkok) sangat bingung dan sangat tidak puas dengan keputusan yang tergesa-gesa yang dibuat oleh departemen pemerintah Jerman terkait tanpa dasar faktual,” tambahnya.
“Tiongkok dengan tegas menentang Jerman yang menggeneralisasi konsep keamanan nasional dan menyalahkan kekuasaan negara untuk ikut campur di pasar dalam kerja samanya pada Tiongkok,” kata kedutaan Tiongkok tersebut.
“Ini tidak hanya melanggar undang-undang ekonomi dan prinsip persaingan yang adil, tetapi juga merugikan orang lain dan tidak menguntungkan dirinya sendiri,” tambahnya.
Kedutaan itu menambahkan pemerintah Tiongkok secara tegas menentang praktik politisasi investasi dan manajemen perusahaan dan apa yang disebutnya pan securitizing.
“Diharapkan pihak Jerman akan menciptakan lingkungan bisnis yang adil, terbuka, dan tidak diskriminatif terhadap perusahaan Tiongkok dan berbuat lebih banyak untuk mempromosikan keuntungan bersama daripada sebaliknya,” tutupnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler




