Saham Perbankan Jatuh, Wall Street Koreksi
NEW YORK, investor.id – Saham perbankan jatuh pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menyusul tanda-tanda masalah besar di dua bank regional di Amerika Serikat (AS). Hal ini menambah tekanan pada saham jelang data pekerjaan utama AS.
Pergerakan pasar dinilai sebagai pelarian ke tempat yang aman di tengah kekhawatiran tentang sektor keuangan, kata analis di B. Riley Financial Art Hogan.
“Rasanya ada beberapa celah di bank regional,” tambah Hogan, Jumat (10/3).
Dow Jones Industrial Average turun 1,7% menjadi 32.254,86.
S&P 500 berbasis luas merosot 1,9% menjadi 3.918,32, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq yang kaya teknologi turun 2,1% menjadi 11.338,35.
SVB Financial Group, perusahaan keuangan yang berfokus pada Silicon Valley, mengungkapkan mereka kehilangan US$ 1,8 miliar setelah penjualan sekuritas untuk mengumpulkan dana karena menghadapi penurunan simpanan nasabah.
Berita itu muncul di atas pengumuman pada hari yang sama bahwa titan bank kripto, Silvergate, berencana untuk ditutup dalam menghadapi gejolak pasar aset kripto (cryptocurrency).
Saham SVB anjlok lebih dari 60%, sementara sektor perbankan secara keseluruhan berada di lautan merah. Saham JPMorgan Chase turun lebih dari 5%.
Investor juga merasa berhati-hati menjelang laporan pekerjaan pemerintah yang akan dirilis Jumat, yang akan diteliti implikasinya terhadap kebijakan moneter.
Saham telah jatuh minggu ini menyusul kesaksian kongres dari Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell memperingatkan bank sentral dapat mempercepat kenaikan suku bunga, tergantung pada data ekonomi.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






