AS Berpotensi Tak Bisa Bayar Utang pada 1 Juni karena Kehabisan Uang
WASHINGTON, investor.id – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen menyampaikan peringatan bahwa AS bisa kehabisan uang untuk membayar utang pada 1 Juni 2023, lebih awal dari perkiraan pemerintah dan Wall Street.
Dalam surat kepada Ketua DPR Kevin McCarthy, Senin (1/5/2023), Yellen mengungkapkan data baru tentang penerimaan pajak yang memaksa departemennya memajukan perkiraan kapan Departemen Keuangan tidak akan lagi mampu memenuhi semua kewajiban pemerintah hingga potensial awal Juni, jika Kongres tidak meningkatkan atau menunda batas utang sebelum itu.
Tanggal tersebut lebih awal dari perkiraan ekonom Wall Street. Goldman Sachs memperkirakan batas waktu pada titik tertentu pada Juli, meski para ekonom bank itu mengakui bahwa penerimaan pajak yang lebih lemah dari yang diharapkan bisa memajukan tenggat waktu itu.
Pada Senin, Presiden Joe Biden mengundang ‘empat besar’ pemimpin kongresional – Mayoritas Senat Chuck Schumer, Minoritas Senat Mitch McConnell, McCarthy, dan Pemimpin Partai Demokrat DPR Hakeem Jeffries – untuk sebuah pertemuan pada 9 Mei di Gedung Putih untuk membahas batas utang (debt ceiling), kata seorang pejabat Gedung Putih kepada NBC.
Kantor Anggaran Kongres juga merevisi perkiraan tanggal jatuh tempo (x-date) pembayaran utang pada hari Senin. "Karena penerimaan pajak hingga April lebih sedikit dari yang diantisipasi oleh Kantor Anggaran Kongres pada Februari, kami sekarang memperkirakan ada risiko yang jauh lebih besar bahwa Departemen Keuangan akan kehabisan dana pada awal Juni," tulis direktur CBO Phill Swagel.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler






