Hampir 200 Korban Tewas Terdampak Banjir Bandang Kongo
BUSHUSHU, investor.id – Bencana banjir bandang yang menerjang bagian timur Republik Demokratik Kongo, di Afrika Tengah pada Jumat (05/05/2023) telah menyebabkan sedikitnya 176 orang tewas. Hujan yang turun dengan deras juga menghancurkan bangunan-bangunan, dan memaksa para petugas bantuan menumpuk mayat-mayat yang terbalut lumpur.
Menurut laporan, curah hujan tinggi di wilayah Kalehe di provinsi Kivu Selatan menyebabkan sungai-sungai meluap pada Kamis (04/05/2023), membanjiri desa-desa Bushushu dan Nyamukubi.
Gubernur Kivu Selatan Théo Ngwabidje Kasi menyebutkan, jumlah korban tewas mencapai 176 orang dan beberapa orang lain masih dinyatakan hilang.
Sementara itu, salah seorang anggota masyarakat setempat, Kasole Martin mengatakan bahwa sebanyak 227 mayat telah ditemukan.
“Orang-orang tidur di tempat terbuka, karena (bangunan) sekolah dan rumah sakit tersapu oleh air bah,” kata Martin, dikutip Reuters.
Pada Jumat, sejumlah korban selamat tampak lesu dan berdiri di luar gudang kayu yang dijadikan tempat untuk meletakkan jenazah. Para petugas Palang Merah berpakaian biru pun terpaksa menumpuk jenazah yang menjadi korban banjir bandang, bahkan kebanyakan dari korban tewas ditemukan tanpa busana dan berlumuran tanah.
Seorang wartawan Reuters yang sedang berada di lokasi, menghitung ada 72 mayat.
Dari foto-foto yang ditunjukkan, banjir menyebabkan banyak rumah rubuh rata dengan tanah. Banjir yang surut menyisakan lapisan lumpur tebal di mana dari baliknya mencuat atap-atap seng bergelombang, sisa-sisa dari rumah yang tersapu banjir.
Seorang dokter di rumah sakit utama di wilayah Kalehe, Robert Masamba menyampaikan bahwa korban yang terluka terus berdatangan, sejak Kamis malam.
“Saya bersama tim belum tidur (semalaman). Kami telah menerima 56 pasien, 80% di antaranya mengalami patah tulang,” katanya.
Menurut laporan bencana banjir dan tanah longsor bukan hal yang lazim terjadi di Kivu Selatan, yang berbatasan dengan Rwanda. Tetapi, hujan yang turun dengan deras telah menyebabkan banjir dan tanah longsor di Rwanda minggu ini, menewaskan 130 orang dan menghancurkan lebih dari 5.000 rumah.
Tercatat, insiden terakhir dengan skala yang sama terjadi di Kongo pada Oktober 2014. Di mana saat itu, hujan deras menghancurkan lebih dari 700 rumah. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menyebutkan, lebih dari 130 orang dilaporkan hilang pada saat itu.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

