Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia Harus Mampu Wujudkan Sentralitas ASEAN

Penulis : Grace El Dora
24 Mei 2023 | 11:05 WIB
BAGIKAN
Dosen Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Kholifatus Saadah. (Foto: ANTARA)
Dosen Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Kholifatus Saadah. (Foto: ANTARA)

PURWOKERTO, investor.id – Dosen Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Kholifatus Saadah mengatakan Indonesia sebagai pemegang Keketuaan ASEAN 2023 harus mampu mewujudkan sentralitas ASEAN.

“Ketika Indonesia menjadi Keketuaan ASEAN 2023, menurut saya peran penting Indonesia di sini adalah waktunya Indonesia untuk leading ASEAN centrality,” kata Kholifatus Saadah di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Rabu (25/5).

Kholifatus mengatakan hal itu merupakan keinginan ASEAN sejak lama, yakni ingin membuat negara-negara Asia Tenggara sebagai pusat perputaran dinamika di kancah internasional karena selama ini menjadi rebutan negara-negara besar.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, sejak ASEAN berdiri pada 1967 Indonesia sudah punya ide menjadikan sentralitas ASEAN atau ingin membuat Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara itu sebagai pemimpin.

“Ketika Indonesia menjadi pemimpin, sudah seharusnya terakomodasi ide-idenya dengan posisi Indonesia yang sangat dihormati juga di antara anggota-anggota ASEAN,” jelas dosen Studi ASEAN itu.

Dengan demikian, kata dia, Keketuaan ASEAN 2023 merupakan momentum Indonesia mengajak seluruh anggota ASEAN untuk berpikiran dan memiliki visi yang sama terkait dengan bagaimana caranya agar ASEAN menjadi pusat dari dinamika dunia, terutama yang berkaitan dengan kerja sama.

Menurut dia, hal itu disebabkan Indonesia sangat menekankan kerja sama dan perdamaian sejak berdirinya ASEAN.

“Oleh karena itu, Keketuaan ASEAN 2023 menjadikan posisi Indonesia makin strategis dan merupakan kesempatan emas bagi Indonesia,” tegas dosen yang akrab disapa Ifa itu.

Dengan diundangnya Indonesia untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Jepang, menurut Ifa, merupakan peluang bagi Indonesia untuk memberikan ide-ide perekonomian bisa melewati ASEAN.

Hal itu, kata dia, disebabkan pasar ASEAN tergolong besar sehingga negara-negara Asia Tenggara bisa dilibatkan dalam perdagangan dunia.

“Tidak hanya negara-negara yang ekonominya sedang merangkak, ASEAN ini secara organisasi utuh 10 negara, ini sudah bisa menjadi kekuatan yang besar. Tidak hanya terpusat di Singapura, tetapi ASEAN sebagai sebuah kawasan regional,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, Indonesia juga selalu menjadi sorotan karena kebijakan luar negerinya cukup menggebrak sehingga diundang untuk menghadiri KTT G7 di Jepang.

Bahkan, saat KTT G20 di Bali, lanjut dia, Indonesia sudah menjadi sorotan dunia karena pelaksanaannya cukup bagus dan mengakomodasi perdamaian-perdamaian meskipun upaya mendamaikan konflik Rusia-Ukraina tidak begitu sesuai dengan harapan.

“Pengalaman sejak dahulu sampai sekarang, Indonesia juga sudah terbukti leading di ASEAN,” tegasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 28 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia