Jumat, 15 Mei 2026

Bahana TCW Sebut Pasar Keuangan Domestik Cukup Fluktuatif Saat Ini

Penulis : Grace El Dora
14 Jun 2023 | 16:55 WIB
BAGIKAN
Kepala Makroekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat saat memberikan paparan dalam sebuah diskusi di Jakarta. (Foto: ANTARA/HO-Bahana TCW Investment)
Kepala Makroekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat saat memberikan paparan dalam sebuah diskusi di Jakarta. (Foto: ANTARA/HO-Bahana TCW Investment)

JAKARTA, investor.id – Kepala Ekonom PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat menyebutkan kondisi pasar keuangan domestik bergerak cukup fluktuatif saat ini, untuk memaksimalkan pengelolaan investasi.

Hal tersebut sebagai dampak dari gejolak pasar keuangan global serta kondisi dalam negeri memasuki tahun politik, menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024. Berbagai risiko tentunya menjadi perhatian, mulai dari risiko suku bunga, risiko likuiditas, risiko nilai tukar, dan risiko inflasi.

"Risiko yang perlu diperhatikan bila terjadi perubahan kebijakan fiskal dan moneter yang bisa mempengaruhi industri tertentu,’’ kata Budi dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (14/6).

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan menjaga keseimbangan faktor eksternal dan internal bukanlah hal yang mudah, di tengah kondisi pasar keuangan global yang bisa berubah setiap saat. Hal ini pastinya akan berdampak pada pasar keuangan di dalam negeri.

Investor obligasi memperkirakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,25% pada bulan ini, setelah melakukan pengetatan moneter sangat agresif sejak tahun lalu dengan kenaikan suku bunga.

Budi menilai saat ini risiko suku bunga dan inflasi cukup terjaga. Tekanan inflasi sejak awal tahun mengalami penurunan, yang tercermin pada angka inflasi Mei 2023 sebesar 4% secara tahunan (YoY), dibandingkan akhir tahun lalu yang sempat naik ke 5,51% secara YoY.

Sedangkan nilai tukar rupiah, yang menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada 5 Juni 2023 sempat tertekan ke level Rp 15.078 per dolar AS, perlahan turun ke kisaran Rp 14.948 per dolar AS pada 13 Juni 2023.

Pengetatan manajemen risiko sangatlah dibutuhkan dalam kondisi pasar keuangan yang berfluktuasi, terutama risiko pasar. Melihat perkembangan pasar sepanjang tahun ini, Bahana menyarankan untuk memperbesar alokasi aset pada surat berharga daripada saham sejak kuartal pertama tahun ini.

Ia menyebutkan strategi ini terbukti mampu mencatat kinerja positif, tercermin dari indeks Indonesian Bond Pricing Agency (IBPA) surat utang negara (SUN) yang telah mencapai 5,57% hingga akhir Mei 2023, dibanding kinerja saham yang tercatat negatif 0,45% sudah termasuk dividen.

Mencermati kestabilan rupiah dan bunga acuan BI yang lebih tinggi dari inflasi tahunan, sebetulnya bank sentral mempunyai peluang menurunkan bunga. Namun BI kemungkinan lebih leluasa menurunkan bunga setelah penurunan The Fed.

Ruang moneter yang lebih akomodatif dapat dilakukan BI melalui kebijakan makroprudensial seperti penurunan giro wajib minimum.

“Ke depan potensi penguatan saham semakin terbuka, setelah terjadinya rally di pasar obligasi. Imbal hasil yang lebih rendah akan menurunkan risk free rate sehingga meningkatkan valuasi saham,” ujarnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 15 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 58 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia