Jumat, 15 Mei 2026

Rusia Siap untuk Perjanjian Damai dengan Ukraina

Penulis : Grace El Dora
5 Apr 2024 | 09:35 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. (Foto: ANTARA/Anadolu)
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. (Foto: ANTARA/Anadolu)

MOSKOW, investor.id – Rusia siap membuat perjanjian damai dengan Ukraina. Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov mengatakan pihaknya akan secara "jujur" dengan Ukraina yang akan mempertimbangkan kepentingan keamanan Moskow.

Saat berbicara dalam pertemuannya dengan duta besar negara-negara asing di Moskow, Lavrov mengajukan syarat lain untuk perjanjian damai tersebut. Syaratnya, Ukraina harus mengakui perolehan wilayah Rusia di Ukraina.

Lavrov menyebut 10 poin rencana damai yang diajukan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai "ultimatum", menurut laporan kantor berita Turki Anadolu. Ini mendorong Rusia untuk menyerah dan kembali pada ketentuan perbatasan pada 1991.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, negara-negara Barat terlibat secara aktif dalam upaya mempromosikan inisiatif Zelensky dengan mengumpulkan 140 negara pada pertemuan mendatang yang membahas Ukraina di Jenewa. Rusia tidak diundang, kata Lavrov.

Menurut dia, negara-negara Barat menggunakan taktik licik untuk menarik dukungan banyak negara terhadap rencana Zelensky.

Lavrov mengatakan pemerintah Rusia tidak memiliki rencana menghalangi partisipasi negara-negara lain dalam pertemuan di Swiss tersebut. "Kami telah memberi tahu rekan-rekan kami (para duta besar) tentang segalanya," kata dia.

"Kami tidak akan menghalangi partisipasi negara-negara lain dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tersebut, seperti yang dilakukan negara-negara Barat untuk mencoba mencegah partisipasi dalam acara yang kami selenggarakan. Kami tidak memiliki kebiasaan seperti itu," tambahnya.

Ia mencatat, Rusia dan Ukraina memiliki peluang nyata untuk mencapai perdamaian dalam perundingan di Istanbul pada Maret 2022, namun Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson dan pejabat Amerika Serikat (AS) menggagalkannya.

Sejak saat itu, situasinya telah berubah, dan "realitas teritorial" baru terbentuk, menurut Lavro

"Kami tentu siap untuk membuat perjanjian yang jujur berdasarkan pada kepentingan keamanan Rusia, berdasarkan pada realitas baru," tuturnya.

"Tentu saja, itu juga akan mempertimbangkan kepentingan keamanan negara lain, termasuk Ukraina," lanjut Lavrov.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 21 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia