Jumat, 15 Mei 2026

ADB: Perekonomian Asia Akan Tumbuh 4,9% pada 2024

Penulis : Grace El Dora
11 Apr 2024 | 10:19 WIB
BAGIKAN
Kantor pusat Asian Development Bank (ADB) di Filipina. (Foto: ANTARA/REUTERS/Cheryl Ravelo/aa)
Kantor pusat Asian Development Bank (ADB) di Filipina. (Foto: ANTARA/REUTERS/Cheryl Ravelo/aa)

JAKARTA, investor.id – Perekonomian kawasan Asia dan Pasifik diperkirakan tumbuh rata-rata 4,9% pada 2024. Asian Development Bank (ADB) menilai kenaikan ini didukung kuatnya permintaan domestik, membaiknya ekspor semikonduktor, dan pulihnya pariwisata.

"Kami berpandangan pertumbuhan pada mayoritas perekonomian di kawasan Asia yang sedang berkembang akan stabil pada tahun ini dan tahun berikutnya,” ungkap Kepala Ekonom ADB Albert Park di Jakarta, Kamis (11/4).

Tak hanya pada 2024, pertumbuhan diperkirakan berlanjut dengan tingkat yang sama tahun depan, demikian menurut laporan Asian Development Outlook (ADO) April 2024 yang dirilis ADB hari ini.

ADVERTISEMENT

Laporan tersebut menyebutkan inflasi Asia akan melandai pada 2024 dan 2025, setelah terdongkrak naik oleh peningkatan harga pangan di berbagai perekonomian selama dua tahun terakhir.

Menurut Albert, pertumbuhan yang lebih kuat di Asia Selatan dan Asia Tenggara didorong oleh permintaan domestik dan ekspor. Ini akan mengimbangi perlambatan di China akibat kemerosotan pasar properti dan lemahnya konsumsi Negara Tirai Bambu tersebut.

Pertumbuhan China diperkirakan melambat menjadi 4,8% pada 2024 dan 4,5% tahun depan, dari sebelumnya 5,2% pada 2023.

"Keyakinan konsumen masih membaik dan investasi secara keseluruhan masih kuat. Permintaan eksternal pun tampaknya sudah berbalik positif, terutama dalam hal semikonduktor," tutur Albert.

Pembuat kebijakan di negara-negara kawasan harus tetap waspada karena masih ada sejumlah risiko. Berbagai risiko itu termasuk gangguan rantai pasokan, ketidakpastian mengenai kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), efek cuaca ekstrem, dan berlanjutnya pelemahan pasar properti di China.

Sementara itu, India diproyeksikan masih menjadi mesin pertumbuhan penting di kawasan Asia dan Pasifik dengan pertumbuhan mencapai 7% pada 2024 dan 7,2% pada 2025.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 21 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia