Jumat, 15 Mei 2026

Inggris, Prancis, dan AS Desak Israel Tak Lakukan Serangan Balasan ke Iran

Penulis : Prisma Ardianto
15 Apr 2024 | 19:28 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri (Menlu) Persemakmuran dan Pembangunan Inggris David Cameron. (Foto: ANTARA/Anadolu)
Menteri Luar Negeri (Menlu) Persemakmuran dan Pembangunan Inggris David Cameron. (Foto: ANTARA/Anadolu)

JAKARTA, investor.id – Sejumlah pemimpin dunia mendesak Israel untuk mengurungkan niat membalas serangan dari Iran. Permintaan tersebut datang dari Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat (AS), termasuk seruan de-eskalasi oleh Jerman.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris David Cameron mengatakan bahwa Inggris tidak mendukung serangan balasan Israel kepada Iran. Demikian disampaikan David Cameron kepada BBC, seperti dikutip dari AP.

Hal serupa disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dalam hal ini, Paris sedang berupaya apa yang disebut sebagai “meyakinkan Israel bahwa kita tidak boleh membalas dengan meningkatkan serangan”.

ADVERTISEMENT

Sementara AS juga telah menyatakan bahwa Washington tidak akan berpartisipasi dalam tindakan ofensif apapun dalam konflik ini. Presiden AS Joe Biden telah menyampaikan kepada PM Israel Benjamin Netanyahu, “bahwa kita harus berpikir dengan hati-hati dan strategis, tentang risiko eskalasi.”

AS dalam kesempatan itu juga mengungkapkan kontribusinya telah membantu Israel menggagalkan serangan udara Iran pada Sabtu (13/4/2024) malam waktu setempat. Desakan AS ini juga menjadi upaya mencegah eskalasi konflik di Timur Tengah yang semakin meluas.

Di sisi lain, Kanselir Jerman Olaf Scholz menyerukan Israel untuk dapat berkontribusi pada de-eskalasi di Timur Tengah, usai Iran melancarkan serangan udara. Begitu juga seruan kepada Iran agar tidak melanjutkan serangan kepada Israel.

Adapun Iran mengatakan masalah ini "dapat dianggap selesai" lewat serangan balasan baru-baru ini. Di sisi lain, analis menilai respons Israel dan Iran menjadi penting karena salah satu imbasnya akan memengaruhi harga minyak dunia.

Jika konflik berlanjut seperti serangan Israel terhadap fasilitas minyak Iran, maka risiko peningkatan harga minyak akan sangat terbuka. “Setiap pembalasan yang dilakukan Israel, ...terutama yang menargetkan fasilitas minyak Iran, akan berdampak besar pada pasar energi,” imbuh Analis S&P Global.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 20 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia