Inggris, Prancis, dan AS Desak Israel Tak Lakukan Serangan Balasan ke Iran
JAKARTA, investor.id – Sejumlah pemimpin dunia mendesak Israel untuk mengurungkan niat membalas serangan dari Iran. Permintaan tersebut datang dari Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat (AS), termasuk seruan de-eskalasi oleh Jerman.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris David Cameron mengatakan bahwa Inggris tidak mendukung serangan balasan Israel kepada Iran. Demikian disampaikan David Cameron kepada BBC, seperti dikutip dari AP.
Hal serupa disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dalam hal ini, Paris sedang berupaya apa yang disebut sebagai “meyakinkan Israel bahwa kita tidak boleh membalas dengan meningkatkan serangan”.
Sementara AS juga telah menyatakan bahwa Washington tidak akan berpartisipasi dalam tindakan ofensif apapun dalam konflik ini. Presiden AS Joe Biden telah menyampaikan kepada PM Israel Benjamin Netanyahu, “bahwa kita harus berpikir dengan hati-hati dan strategis, tentang risiko eskalasi.”
AS dalam kesempatan itu juga mengungkapkan kontribusinya telah membantu Israel menggagalkan serangan udara Iran pada Sabtu (13/4/2024) malam waktu setempat. Desakan AS ini juga menjadi upaya mencegah eskalasi konflik di Timur Tengah yang semakin meluas.
Di sisi lain, Kanselir Jerman Olaf Scholz menyerukan Israel untuk dapat berkontribusi pada de-eskalasi di Timur Tengah, usai Iran melancarkan serangan udara. Begitu juga seruan kepada Iran agar tidak melanjutkan serangan kepada Israel.
Adapun Iran mengatakan masalah ini "dapat dianggap selesai" lewat serangan balasan baru-baru ini. Di sisi lain, analis menilai respons Israel dan Iran menjadi penting karena salah satu imbasnya akan memengaruhi harga minyak dunia.
Jika konflik berlanjut seperti serangan Israel terhadap fasilitas minyak Iran, maka risiko peningkatan harga minyak akan sangat terbuka. “Setiap pembalasan yang dilakukan Israel, ...terutama yang menargetkan fasilitas minyak Iran, akan berdampak besar pada pasar energi,” imbuh Analis S&P Global.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






