Jumat, 15 Mei 2026

China Sebut AS Munafik

Penulis : Grace El Dora
24 Apr 2024 | 10:05 WIB
BAGIKAN
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin saat menyampaikan keterangan kepada media di Beijing, China pada Selasa (23/4/2024). (Foto: ANTARA/Desca Lidya Natalia)
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin saat menyampaikan keterangan kepada media di Beijing, China pada Selasa (23/4/2024). (Foto: ANTARA/Desca Lidya Natalia)

BEIJING, investor.id – China menyebut Amerika Serikat (AS) munafik karena mengajukan proyek untuk membantu Ukraina. Pada saat yang sama, negara itu menyampaikan kritik hubungan normal antara Rusia dan China.

“Amerika Serikat, di satu sisi, mengajukan rancangan undang-undang bantuan skala besar kepada Ukraina. Di sisi lain, tanpa dasar mengkritik perdagangan normal dan interaksi ekonomi antara Rusia dan China. Tindakan seperti itu munafik dan sangat tidak bertanggung jawab," ujar Juru Bicara Menteri Luar Negeri China Wang Wenbin, Selasa (23/4/2024).

Surat kabar The Wall Street Journal melaporkan pemerintah AS sedang mengembangkan sanksi keuangan terhadap sejumlah bank China. Mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, laporan itu mengatakan sanksi ini diharapkan memaksa China memutuskan hubungan komersial dengan Rusia.

ADVERTISEMENT

Sanksi tersebut diberikan lantaran adanya kekhawatiran perdagangan dengan China akan memperkuat kekuatan produksi militer Rusia, seperti dikutip kantor berita Rusia Sputnik.

Mengomentari kemungkinan sanksi AS terhadap bank-bank China, Wang mengatakan pemerintahChina mengontrol ekspor barang-barang penggunaan ganda berdasarkan hukum.

Ia menambahkan, hak China untuk melakukan aktivitas ekonomi normal dengan negara lain termasuk Rusia tidak dapat dilanggar.

“Kami memperingatkan pihak AS bahwa dengan menambah bahan bakar ke dalam konflik, merendahkan pihak lain dan saling menyalahkan, konflik Ukraina tidak dapat diselesaikan,” kata dia.

Satu-satunya pilihan yang tepat, lanjut Wang, mempertimbangkan kekhawatiran keamanan rasional semua pihak dan menciptakan struktur keamanan Eropa yang seimbang, efektif, dan stabil melalui dialog.

Adapun pada Senin (22/4), Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan AS mampu dan bersedia mengambil tindakan sepihak untuk mencoba memblokir perusahaan swasta China memasok barang ke Rusia yang dapat digunakan untuk basis industri pertahanannya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 17 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia