Presiden China Segera Temui 4 Pemimpin Arab
BEIJING, investor.id – Presiden China Xi Jinping akan segera menemui empat kepala negara dari kawasan Arab untuk membahas sejumlah isu di Timur Tengah. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Deng Li.
Pertemuan akan berlangsung di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri Forum Kerja Sama ke-10 China-Negara Arab di Beijing pada 30 Mei 2024.
"Presiden Xi Jinping dan empat kepala negara Arab akan menghadiri upacara pembukaan.. Presiden Xi akan menyampaikan pidato utama," paparnya, Senin (27/5/2024).
Keempat kepala negara itu adalah Raja Bahrain Hamad bin Isa bin Salman Al Khalifa, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Presiden Tunisia Kais Saied, Presiden Uni Emirat Arab (UAE) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Terkait konflik yang sedang berlangsung di Gaza, Deng mengatakan pemerintah China mengusung dua tujuan yakni tujuan jangka panjang dan jangka pendek. Tujuan jangka pendek berkaitan dengan gencatan senjata berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), upaya memastikan bantuan kemanusiaan tercukupi, dan penghentian pemindahan paksa warga sipil Palestina.
Demi tujuan jangka panjang ini, pihak China menegaskan upaya mewujudkan impian negara Palestina yang merdeka dalam kerangka solusi dua negara bagi konflik Israel-Palestina.
"Kami akan bekerja dengan tekad yang lebih besar untuk menerapkan solusi dua-negara demi perdamaian dan keamanan abadi di Timur Tengah," kata Deng.
Empat kepala negara Arab itu datang ke China untuk menghadiri upacara pembukaan pertemuan tingkat tinggi. Hal ini merupakan yang pertama terjadi dalam sejarah hubungan China-Arab, ujar Deng.
"Kehadiran mereka menunjukkan kedua belah pihak bekerja secara erat untuk membawa hubungan ke tingkat yang lebih tinggi lagi," imbuhnya.
Dalam Konferensi Tingkat Menteri Forum Kerja Sama ke-10 China-Negara Arab tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) Wang Yi dan Menlu Mauritania Salem Ould Merzoug akan bersama memimpin jalannya konferensi.
"Presiden Xi akan mengadakan pembicaraan dengan para kepala negara dan bertukar pikiran dengan mereka mengenai hubungan bilateral serta isu-isu regional dan internasional yang menjadi perhatian bersama," ungkap Deng.
Menurut Deng, hubungan China dengan negara-negara Arab dan Liga Arab terjalin erat. Menurutnya, hal ini terlihat dari melalui kesepakatan di bawah kerja sama Belt and Road Initiative (BRI) dari China dengan 22 negara Arab dan Liga Arab. Skema BRI China telah memiliki sedikitnya 200 proyek di negara-negara Arab.
Lebih lanjut Deng mengungkapkan, sebanyak 17 negara Arab juga telah menjadi anggota Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Negara Arab, kata dia, tetap menjadi negara pengimpor minyak mentah yang besar ke China yaitu mencapai 265 juta ton pada 2023.
Menurut dia, pemerintah China memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara-negara Arab untuk rekonstruksi pascaperang seperti bantuan ke Palestina, Yaman, dan Suriah.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






