Minggu, 21 Juni 2026

Lebanon Berisiko Tinggi, Sejumlah Negara Larang Warganya ke Sana

Penulis : Grace El Dora
29 Jul 2024 | 11:16 WIB
BAGIKAN
Aksi protes para pendukung Hamas menuntut agar staf yang dipecat di Jalur Gaza atas tuduhan ikut serta dalam serangan 7 Oktober di Israel selatan dikembalikan ke pekerjaan mereka, dan agar negara-negara melanjutkan pendanaan untuk badan tersebut, di depan markas besar Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNRWA) di Beirut, Lebanon, pada Selasa (30/01/2024). (AP Photo/Bilal Hussein)
Aksi protes para pendukung Hamas menuntut agar staf yang dipecat di Jalur Gaza atas tuduhan ikut serta dalam serangan 7 Oktober di Israel selatan dikembalikan ke pekerjaan mereka, dan agar negara-negara melanjutkan pendanaan untuk badan tersebut, di depan markas besar Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNRWA) di Beirut, Lebanon, pada Selasa (30/01/2024). (AP Photo/Bilal Hussein)

ISTANBUL, investor.id – Kondisi Lebanon saat ini disebut berisiko tinggi. Menyikapi hal ini, sejumlah negara melarang warganya ke sana. Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, serta beberapa negara lain mengeluarkan imbauan larangan bepergian mulai Minggu (18/7/2024) dan meminta warga mereka meninggalkan Lebanon segera, di tengah peningkatan ketegangan antara Israel dengan Hizbullah.

Kedutaan besar AS di Beirut meminta warganya yang bepergian ke atau dari Lebanon untuk "memantau status penerbangan mereka dengan cermat" karena perubahan dapat terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Pernyataan tersebut juga menekankan perlunya wisatawan untuk “membuat rencana alternatif” jika diperlukan.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, kedutaan tersebut menggarisbawahi lingkungan keamanan yang “kompleks dan berubah dengan cepat” di Lebanon. Mereka mendesak warganya untuk memperhatikan peringatan perjalanan saat ini, yang merekomendasikan untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Lebanon.

Mengutip pernyataan kantor berita Turki Anadolu, warga negara AS diminta untuk mendaftar di Smart Traveler Enrollment Program (STEP) untuk menerima pembaruan dan memfasilitasi pelacakan lokasi dalam keadaan darurat.

Sementara itu, Prancis mengutuk keras serangan di kota Majdal Sharms di Golan Suriah yang diduduki Israel.

"Kami sampaikan belasungkawa bagi keluarga korban, yang meliputi banyak anak-anak, dan menyatakan solidaritas kami terhadap mereka yang terluka,” tulis pemerintah Prancis dalam pernyataan resminya, Senin (29/7/2024).

Otoritas Prancis juga menyerukan langkah-langkah untuk mencegah terjadinya eskalasi militer lebih lanjut. Mereka mengulangi imbauannya bagi warga negara Perancis untuk menghindari perjalanan ke Lebanon, Israel, atau pun Palestina.

Di Inggris, Kantor Luar Negeri juga memperbarui imbauan perjalanan dan meminta warganya untuk untuk sangat berhati-hati dan menghindari "semua perjalanan ke Lebanon".

Beberapa negara lain seperti Jerman, Belanda, Irlandia, Norwegia, Swedia, Belgia, Denmark, dan Australia juga mengeluarkan imbauan larangan bepergian ke Lebanon bagi warganya, mengingat keadaan dapat berubah dengan cepat.

Pihak berwenang Belanda bahkan mengindikasikan situasi di Lebanon beresiko tinggi. Kedutaan negara tersebut kemungkinan tidak dapat memberikan bantuan dalam keadaan darurat.

Negara-negara tersebut meminta warganya meninggalkan Lebanon atau membatalkan rencana bepergian kesana.

Kekhawatiran berkembang mengenai perang besar-besaran antara Israel dan Hizbullah setelah kedua pihak saling serang lintas batas.

Ketegangan di wilayah tersebut semakin meningkat setelah tentara Israel pada Minggu mengusulkan skenario kemungkinan serangan terhadap Hizbullah. Sebelumnya, serangan rudal yang menewaskan 12 orang di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, menurut media Israel.

Peningkatan ketegangan itu semakin memperburuk konflik di kawasan menyusul serangan mematikan Israel di Gaza. Lebih dari 39.300 orang tewas sejak Oktober 2023, setelah Israel membalas serangan yang dilakukan oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 28 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 7 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia