Minggu, 21 Juni 2026

Sekjen Hizbullah Sebut Akan Jadikan Israel Neraka

Penulis : Grace El Dora
19 Sep 2024 | 19:57 WIB
BAGIKAN
Perusahaan Jepang ICOM, yang diyakini sebagai produsen radio yang meledak di Lebanon, mengatakan bahwa produk tersebut telah dihentikan produksinya 10 tahun yang lalu. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hizbullah Hassan Nasrallah berikrar akan menjadikan Israel neraka. (Foto: ANTARA/foto-Anadolu/py)
Perusahaan Jepang ICOM, yang diyakini sebagai produsen radio yang meledak di Lebanon, mengatakan bahwa produk tersebut telah dihentikan produksinya 10 tahun yang lalu. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hizbullah Hassan Nasrallah berikrar akan menjadikan Israel neraka. (Foto: ANTARA/foto-Anadolu/py)

BEIRUT, investor.id – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hizbullah Hassan Nasrallah berikrar akan menjadikan Israel 'neraka'. Konflik Timur Tengah berlanjut setelah kelompok itu mengalami “pukulan telak” ketika perangkat komunikasi diledakkan awal minggu ini di Lebanon.

Nasrallah melontarkan pernyataan itu yang disiarkan secara langsung lewat televisi untuk membahas ledakan yang menewaskan 37 orang dan melukai ribuan orang.

"Kami mengakui, kami telah menerima pukulan telak yang wajar karena kami mengakui keunggulan teknologi Israel yang didukung oleh AS (Amerika Serikat), NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara), dan Barat. Musuh Israel berusaha membunuh 5.000 orang hanya dalam waktu dua menit, tanpa mempedulikan apa pun," ujar Nasrallah, lapor kantor berita Anadolu, Jumat (20/9/2024).

ADVERTISEMENT

"Jumlah penyeranta yang digunakan anggota HIzbullah ada 4.000, yang menyiratkan Israel secara sengaja berusaha membunuh 4.000 orang. Ledakan itu akan dibalas dengan hukuman yang setimpal, perhitungan yang keras, waktu, tempat, dan sifatnya akan kami tentukan," tambahnya.

Dia memperingatkan Israel “negara itu akan berubah menjadi perangkap dan neraka” jika mereka membangun sabuk keamanan di wilayah Lebanon.

Nasrallah melanjutkan beberapa komisi investigasi telah dibentuk untuk memeriksa keadaan ledakan tersebut dan mereka telah mencapai kesimpulan yang hampir pasti, tetapi kelompok perlawanan Lebanon itu masih menunggu konfirmasi.

“(Cedera akibat ledakan tersebut) telah memberikan kesulitan yang signifikan pada rumah sakit di Lebanon,” sambungnya.

Lebih lanjut, Nasrallah menunjukkan banyak ledakan terjadi di rumah sakit, pasar, jalan umum, dan rumah. Area ini sebagian besar dihuni oleh warga sipil, termasuk anak-anak dan wanita.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 14 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia