PM Israel Sebut Serangan Masih Belum Cukup Meski Hassan Nasrallah Tewas
KAIRO, investor.id – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan masih belum cukup meskipun pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah telah tewas. Menurutnya, kondisi saat ini tidak akan cukup untuk mengakhiri konflik yang meluas di Timur Tengah.
"Kami memiliki beberapa pencapaian besar, tetapi kami belum menyelesaikan tugas yang ada. Pukulan dahsyat yang dilancarkan terhadap Hizbullah oleh IDF tidak akan cukup," kata Netanyahu, menurut terjemahan oleh NBC News seperti dikutip Senin (30/9/2024).
Hizbullah mengonfirmasi pemimpin kelompok yang didukung Iran itu tewas pada Jumat (27/9/2024) dalam serangan udara Israel di ibu kota Lebanon, Beirut.
"Tidak ada tempat di Iran, maupun di Timur Tengah, di mana tangan panjang Israel tidak dapat menjangkaunya," tambahnya.
Pernyataan dari Hizbullah pada Sabtu (28/9/2024) juga mengatakan Nasrallah “telah bergabung dengan rekan-rekannya yang menjadi martir abadi”. Konfirmasi itu muncul hanya beberapa jam setelah tentara Israel mengumumkan tewasnya Nasrallah, setelah melakukan serangan besar-besaran di Lebanon sehari sebelumnya.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan Nasrallah yang telah memimpin Hizbullah selama lebih dari tiga dekade, tewas ketika jet tempur melakukan apa yang digambarkannya sebagai “serangan terarah” mengenai di markas besar Hizbullah di Beirut.
Di antara komandan Hizbullah lainnya, IDF mengatakan Ali Karki yang adalah komandan garis depan selatan juga tewas dalam serangan itu.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






