Jumat, 15 Mei 2026

Negara-Negara di Asean Bisa Saling Bersaing, Namun Tetap Adil

Penulis : Jayanty Nada Shofa
9 Okt 2024 | 16:20 WIB
BAGIKAN
Secretary General, International Economic Association Lead Advisor (Southeast Asia Region), Lili Yan Ing dalam sebuah diskusi di BNI Investor Daily Summit 2024, di JCC Senayan, Jakarta, pada Rabu (9/10/2024). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Secretary General, International Economic Association Lead Advisor (Southeast Asia Region), Lili Yan Ing dalam sebuah diskusi di BNI Investor Daily Summit 2024, di JCC Senayan, Jakarta, pada Rabu (9/10/2024). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.idSecretary General, International Economic Association Lead Advisor (Southeast Asia Region), Lili Yan Ing mengatakan, tak ada yang salah dengan persaingan dagang antara negara-negara anggota Asean, tetapi blok tersebut harus memastikan bahwa semua negara memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil.

Sepuluh negara di Asean mengekspor komoditas yang sama. Misalnya, Indonesia dan Malaysia adalah produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Kedua negara tetangga dekat ini menghasilkan lebih dari 80% dari total produksi minyak kelapa sawit global. Indonesia dan Thailand juga merupakan negara penghasil karet terkemuka. Di tengah persaingan ini, penting untuk mendorong persaingan yang adil antara semua negara anggota.

“Persaingan mendorong kita untuk berinovasi dan menghasilkan produk yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah. Persaingan itu baik asalkan ada kesetaraan,” kata Lili dalam sebuah diskusi di BNI Investor Daily Summit 2024, di JCC Senayan, Jakarta, pada Rabu (9/10/2024).

ADVERTISEMENT

Asean telah mengupayakan integrasi ekonomi regional dengan mengamankan perjanjian perdagangan bebas (free trade agreements/FTA). Ini termasuk Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), sebuah pakta perdagangan terbesar di dunia berdasarkan produk domestik bruto (PDB) negara-negara anggota, yang diikuti oleh ke-10 negara anggota Asean.

Lima negara anggota RCEP lainnya merupakan mitra dagang eksternal Asean, yaitu China, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru. Menurut Ing, integrasi ekonomi yang dibawa oleh FTA dapat membuka jalan bagi kesempatan yang sama bagi para pelaku bisnis Asean.

“FTA, perjanjian investasi, dan kerja sama ekonomi lainnya adalah kunci untuk memastikan kita bisa memiliki persaingan yang setara (dalam kompetisi ini). Jadi semua bisnis berada dalam persaingan yang adil, bisa memiliki akses pasar yang baik, dan biaya modal yang lebih rendah. Itulah esensi Asean,” kata Lili.

Ekonom senior itu juga mendorong Asean untuk menjadi pusat produksi regional yang memberikan pergerakan bebas barang dan tenaga kerja terampil di antara negara-negara anggota.

Asean membukukan perdagangan barang senilai US$ 3,8 triliun sepanjang tahun 2022, sekitar 22,3% di antaranya terjadi di dalam kawasan. Sisanya, 77,7%perdagangan barang merupakan interaksi Asean dengan mitra eksternalnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 10 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 53 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia