Warga AS Mulai Berikan Suara di Pemilu Langsung
WASHINGTON, investor.id – Para pemilih Amerika Serikat (AS) mulai pergi ke tempat pemungutan suara pada Selasa (5/11/2024) untuk memilih presiden baru yang akan memimpin AS. Sebelumnya telah terjadi serangkaian masalah, termasuk perpecahan nasional yang mendalam, inflasi yang masih tinggi, dan tantangan keamanan global seperti petualangan nuklir Korea Utara (Korut) dan perang Rusia di Ukraina.
Hari Pemilihan yang berisiko tinggi akan mengakhiri persaingan yang sangat ketat dan penuh peristiwa antara calon presiden Demokrat Kamala Harris (60) dan saingannya dari Partai Republik Donald Trump (78). Dua kandidat ini kontras dalam hal usia, jenis kelamin, ras, kecenderungan politik, dan orientasi kebijakan.
Pemungutan suara tatap muka pertama dilakukan di Dixville Notch, sebuah kota kecil di New Hampshire.
Ini sejalan dengan tradisi pemungutan suara tengah malam yang telah berlangsung selama puluhan tahun, yang dimulai untuk mengakomodasi pekerja kereta api yang tidak dapat pergi ke tempat pemungutan suara selama jam pemungutan suara normal.
Meskipun jadwal pemungutan suara bervariasi dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya, tempat pemungutan suara umumnya dibuka antara pukul 05.00 pagi hingga 08.00 pagi, kemudian akan ditutup sekitar pukul 07.00 malam. Tempat pemungutan suara di Nevada, salah satu dari tujuh negara bagian medan pertempuran, ditutup pada pukul 10.00 malam.
Menurut Bipartisan Policy Center, sekitar 244 juta warga Amerika berhak untuk memilih pada 2024. Jika jumlah pemilih sama tingginya dengan pemilihan umum (pemilu) 2020 yaitu 66,6%, lebih dari 162 juta akan memberikan suara dalam siklus pemilihan ini.
Lebih dari 81 juta warga AS telah memberikan suara lebih awal, menurut data dari Election Lab Universitas Florida.
Demi menduduki Kantor Oval di Gedung Putih, seorang kandidat harus memenangkan sedikitnya 270 suara elektoral dari total 538 elektor yang mewakili 50 negara bagian dan Distrik Columbia.
Tujuh negara bagian yang masih belum jelas pemenangnya yaitu Pennsylvania, Michigan, Wisconsin, Georgia, Arizona, Nevada, dan North Carolina diperkirakan akan memainkan peran besar dalam mencapai angka ajaib itu.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler






