Jumat, 15 Mei 2026

AS Berencana Tambah Sanksi Rusia, Kali Ini Apa Lagi?

Penulis : Grace El Dora
6 Jan 2025 | 17:40 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kapal tanker Rusia. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berencana memberlakukan sanksi tambahan kepada Rusia. (Foto: ANTARA/ ilustrasi-foto-Anadolu/ py)
Ilustrasi kapal tanker Rusia. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berencana memberlakukan sanksi tambahan kepada Rusia. (Foto: ANTARA/ ilustrasi-foto-Anadolu/ py)

MOSKOW, investor.id – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berencana memberlakukan sanksi tambahan kepada Rusia. Kali ini pemerintah AS menargetkan kapal tanker pengangkut minyak dengan harga di atas US$ 60 atau sekitar Rp 972 ribu per barel.

Isi laporan Reuters yang diterbitkan pada Senin (6/1/2025) tersebut mengutip dua sumber yang memahami kasus ini. Dilaporkan, pemerintah Rusia telah menggunakan kapal-kapal tua untuk mengangkut bahan bakar guna menghindari batasan harga yang telah ditetapkan.

"Ini akan menjadi paket (sanksi Rusia) yang besar," ucap salah satu sumber yang tidak disebutkan namanya kepada Reuters, Senin. Sumber lain mengungkapkan, sanksi ini kemungkinan juga mencakup tindakan terhadap individu yang terlibat dalam jaringan perdagangan minyak dengan harga di atas batas yang ditentukan.

ADVERTISEMENT

Menteri Keuangan AS Janet Yellen sebelumnya telah menegaskan pemerintah AS akan terus berupaya memperketat sanksi terhadap ekspor minyak Rusia. Sanksi Rusia, kata Yellen, dapat dikenakan pada kapal yang diduga mengangkut minyak dengan melanggar batas harga yang telah diberlakukan sebelumnya.

Sementara itu, pemerintah Rusia telah berulang kali menyatakan negara tersebut mampu menghadapi tekanan sanksi yang telah diterapkan oleh negara-negara Barat selama beberapa tahun terakhir dan terus meningkat.

Pihak Rusia juga menegaskan negara Barat tidak memiliki keberanian untuk mengakui kegagalan sanksi mereka terhadap negara tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyebutkan, kebijakan untuk menekan dan melemahkan Rusia adalah strategi jangka panjang Barat. Ia menegaskan, sanksi tersebut telah memberikan dampak serius terhadap perekonomian global.

Menurut Putin, tujuan utama Barat adalah memperburuk kehidupan jutaan orang.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 5 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia