Jumat, 15 Mei 2026

Los Angeles Masih Terus Terbakar Saat Angin Santa Ana Picu Kebakaran

Penulis : Grace El Dora
22 Jan 2025 | 10:03 WIB
BAGIKAN
Petugas pemadam kebakaran memadamkan Api Lilac di utara San Diego, California, Amerika Serikat pada Selasa (21/1/2025), yang berkobar saat angin Santa Ana bertiup kencang. (Foto: AP)
Petugas pemadam kebakaran memadamkan Api Lilac di utara San Diego, California, Amerika Serikat pada Selasa (21/1/2025), yang berkobar saat angin Santa Ana bertiup kencang. (Foto: AP)

NEW YORK, investor.id – Kebakaran hutan Los Angeles masih berkobar dua minggu setelah terjadi kebakaran besar. City of Angels itu bisa mengalami masalah yang lebih parah saat angin kencang Santa Ana yang pertama kali mengipasi api kembali ke wilayah tersebut.

Kota itu kembali diberi peringatan bendera merah pada awal pekan ini, saat angin Santa Ana bertambah kencang dan berlanjut hingga Selasa (21/1/2025). Hembusan angin kencang di pegunungan kering melaju dengan kecepatan antara 80 mile per hour (mph) dan 100 mph.

Peringatan bendera merah LA dikeluarkan saat kondisi sangat memungkinkan terjadinya kebakaran hutan. Peringatan ini berlaku hingga Rabu (22/1/2025) pagi waktu setempat, menurut Departemen Pemadam Kebakaran Los Angeles seperti dikutip AP, Rabu.

ADVERTISEMENT

Angin tersebut berpotensi mengganggu kemajuan yang telah dicapai petugas pemadam kebakaran dalam mengendalikan api, karena keduanya dapat membantu api menyebar dan mengirimkan bara api yang beterbangan hingga berkilo-kilometer di udara untuk memicu api di area baru.

Beberapa kebakaran baru telah terjadi di seluruh lanskap, tetapi dengan cepat dipadamkan.

Petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil mengatasi kebakaran utama, dengan Kebakaran Palisades akhirnya berhasil mengatasi 50% dan mencapai 63% pada Selasa sore. Kebakaran tersebut telah membakar 23.713 hektar sejauh ini dan tidak meluas selama sekitar seminggu.

Los Angeles Masih Terus Terbakar Saat Angin Santa Ana Picu Kebakaran
Kebakaran Lilac terjadi di utara San Diego pada Senin (20/1/2025). Peringatan bendera merah telah meluas dari LA ke San Diego. (Foto: AP)

Kebakaran Eaton, di sisi timur laut kota, sekarang telah berhasil diatasi sekitar 89% setelah membakar 14.021 hektare (Ha) lahan.

Kebakaran Hurst, yang membakar sisi utara LA, telah berhasil dipadamkan.

Namun di selatan kota menuju San Diego, angin kencang dan kondisi kering telah memicu dua kebakaran hutan baru pada Senin (20/1/2025) yang masing-masing membakar hampir 100 Ha.

Kebakaran Lilac, dekat Bonsall dan Pala Mesa, telah membakar 80 Ha dan sekitar 30% telah terkendali.

Di dekatnya, Kebakaran Pala membakar lebih dari 17 Ha, tetapi sejak itu telah dipadamkan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia