Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Asia Pasifik Mixed, Investor Cermati Serangkaian Data Ekonomi

Penulis : Grace El Dora
23 Jan 2025 | 08:45 WIB
BAGIKAN
Seorang investor Thailand memeriksa papan elektronik yang menunjukkan harga saham. (Foto: Amphol Thongmueangluang/ SOPA Images/ LightRocket/ Getty Images)
Seorang investor Thailand memeriksa papan elektronik yang menunjukkan harga saham. (Foto: Amphol Thongmueangluang/ SOPA Images/ LightRocket/ Getty Images)

TOKYO, investor.id – Pasar Asia Pasifik dibuka mixed pada Kamis (23/1/2024). Investor di kawasan ini tengah mencermati dan menilai serangkaian data ekonomi yang akan dirilis.

S&P/ ASX 200 Australia diperdagangkan 0,42% lebih rendah saat pembukaan.

Nikkei 225 Jepang naik 0,38% saat pembukaan, sementara Topix naik 0,25%.

Kospi Korea Selatan turun 0,21% dan Kosdaq diperdagangkan 0,13% saat pembukaan. Ekonomi Korea Selatan tumbuh 1,2% dari tahun ke tahun (YoY) pada kuartal IV-2024, menandai pertumbuhan paling lambat sejak kuartal II-2023.

ADVERTISEMENT

Indeks berjangka Hang Seng (HSI) Hong Kong berada di level 19.924, lebih tinggi dari penutupan terakhir HSI di angka 19.778,77.

Pemerintah Singapura diperkirakan akan melaporkan angka inflasi untuk Desember 2024. Bank of Japan (BoJ) juga akan mengadakan pertemuan kebijakan berikutnya hari ini dan besok, Jumat (24/1/2025). Gubernur BoJ Kazuo Ueda telah mengisyaratkan niat untuk menaikkan suku bunga.

Semalam di Amerika Serikat (AS), tiga indeks utama menguat dengan S&P 500 mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa. Pasalnya, saham teknologi seperti Oracle dan Nvidia menguat karena optimisme kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) dan masa jabatan baru Presiden AS Donald Trump.

S&P 500 menguat 0,61% setelah mencapai rekor intraday di angka 6.100,81, melampaui tonggak terakhir yang dicapai pada Desember 2024 sebelum pasar melemah. Indeks secara keseluruhan ditutup pada level 6.086,37, sedikit di bawah level penutupan tertinggi sepanjang masa.

Nasdaq Composite melonjak 1,28% menjadi 20.009,34, menggarisbawahi kinerja yang lebih baik dari perusahaan-perusahaan teknologi. Dow Jones Industrial Average naik 130,92 poin, atau 0,3%, menjadi 44.156,73, didorong oleh kenaikan Procter & Gamble hampir 2% karena laba yang kuat.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 21 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia