Jumat, 15 Mei 2026

Seperti Apa Iron Dome yang Digagas Donald Trump?

Penulis : Grace El Dora
29 Jan 2025 | 16:09 WIB
BAGIKAN
Presiden AS Donald Trump berbicara di atas Air Force One sebelum tiba di Pangkalan Gabungan Andrews, Md., pada 27 Januari 2025. (Foto: Reuters)
Presiden AS Donald Trump berbicara di atas Air Force One sebelum tiba di Pangkalan Gabungan Andrews, Md., pada 27 Januari 2025. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengeluarkan perintah eksekutif untuk mengejar perisai pertahanan rudal "generasi berikutnya". Seperti apa kubah besi (Iron Dome) yang digagas Donald Trump?

Menurut Trump, Iron Dome akan berguna terhadap ancaman serangan udara asing yang canggih dalam upaya keamanan besar. Teknologi ini juga berupaya untuk meningkatkan pertahanan wilayah, pasukan, dan populasi sekutu.

Pada 20 Januari 2025, Trump menandatangani perintah untuk membangun Iron Dome bagi Amerika. Ia meminta kepala Pentagon untuk menyerahkan rencana pembuatan sistem pertahanan canggih dalam waktu 60 hari sejak dikeluarkannya perintah tersebut, dengan menunjuk pada ancaman serangan rudal balistik, hipersonik, dan jelajah, serta serangan udara canggih lainnya.

ADVERTISEMENT

Iron Dome adalah arsitektur pertahanan udara Israel yang dimaksudkan untuk mencegat roket jarak pendek dan peluru artileri musuh.

Namun dalam perintah ini, Trump tampaknya menggunakan nama tersebut untuk merujuk pada sistem pertahanan rudal yang komprehensif guna mempertahankan wilayah AS bagian kontinental, pasukan yang dikerahkan di garis depan, dan sekutunya.

"Selama 40 tahun terakhir, ancaman dari senjata strategis generasi mendatang bukannya berkurang, tetapi justru menjadi lebih intens dan kompleks dengan pengembangan sistem pengiriman generasi mendatang dan kemampuan pertahanan udara dan rudal terintegrasi dalam negeri oleh musuh bebuyutan dan musuh bebuyutan," kata Gedung Putih, seperti dikutip pada Rabu (29/1/2025).

Seperti Apa Iron Dome yang Digagas Donald Trump?
Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan perintah eksekutif untuk mengejar perisai pertahanan rudal. Perintah tersebut dikeluarkan saat Korea Selatan (Korsel) dan Jepang menghadapi peningkatan kebutuhan untuk meningkatkan pertahanan rudal karena ancaman dari Korea Utara, yang telah menggandakan program rudal nuklir dan balistiknya seperti yang terlihat dalam uji coba senjata yang gencar, termasuk rudal hipersonik. (Foto: Yonhap)

Berdasarkan perintah tersebut, menteri pertahanan AS harus menyerahkan serangkaian rencana. Ini termasuk rencana untuk pengembangan dan penyebaran pencegat berbasis ruang angkasa yang mampu melakukan intersepsi fase pendorong, serta kemampuan untuk mengalahkan serangan rudal dalam fase pra-peluncuran dan fase pendorong.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia