Jumat, 15 Mei 2026

Presiden China Xi Jinping Negosiasi dengan Para Pemimpin Bisnis Termasuk Jack Ma

Penulis : Grace El Dora
17 Feb 2025 | 21:50 WIB
BAGIKAN
Presiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di Brasilia, Brasil pada 20 November 2024. (Foto: Reuters)
Presiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di Brasilia, Brasil pada 20 November 2024. (Foto: Reuters)

BEIJING, investor.id – Presiden China Xi Jinping membuka negosiasi dengan para pemimpin bisnis, termasuk Jack Ma. Xi berbicara di sebuah simposium yang dihadiri oleh para pemimpin perusahaan besar dan salah satunya adalah sang pendiri Alibaba, lapor media pemerintah.

Hal ini diambilnya saat pemerintah China bergulat dengan ekonomi yang melambat dan meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS).

Para pemimpin bisnis swasta lainnya yang menghadiri simposium tersebut termasuk pendiri Huawei Ren Zhengfei, Lei Jun dari Xiaomi, Wang Chuanfu dari BYD, Wang Xingxing dari Unitree, dan Robin Zeng dari CATL. Pertemuan ini ditunjukkan lewat sebuah video yang dipublikasikan oleh CCTV.

ADVERTISEMENT

Wang Xing dari Meituan, Leng Youbin dari China Feihe, dan pendiri Will Semiconductor Yu Renrong turut hadir.

Pony Ma dari Tencent juga hadir di sana, kata seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut yang menolak disebutkan namanya karena rincian pertemuan tersebut tidak dipublikasikan.

Hingga berita ini diterbitkan, Tencent belum berkomentar.

Presiden China Xi Jinping Negosiasi dengan Para Pemimpin Bisnis Termasuk Jack Ma
Ilustrasi logo DeepSeek, keyboard komputer, dan tangan robot. (Foto: Reuters)

Xi menyampaikan pidato setelah mendengarkan perwakilan perusahaan swasta, kata kantor berita resmi Xinhua. Laporan tersebut tidak memberikan rincian apa pun tentang simposium tersebut, yang diadakan di Aula Besar Rakyat di Beijing.

Pada Jumat (14/2/2025), Reuters yang mengutip sumber melaporkan Presiden Xi berencana memimpin simposium untuk meningkatkan sentimen sektor swasta. Pertemuan ini berlangsung pada Senin (17/2/2025) yang akan dihadiri oleh para pemimpin bisnis negara tersebut, termasuk salah satu pendiri Alibaba Jack Ma.

Simposium tersebut akan ditujukan untuk meningkatkan sentimen sektor swasta. Xi diharapkan untuk mendorong para pimpinan perusahaan untuk memperluas bisnis mereka secara domestik dan internasional di tengah meningkatnya perang teknologi China-AS, kata sumber tersebut.

Simposium tersebut juga hadir karena platform AI DeepSeek telah memicu spekulasi investor tentang potensinya untuk menopang sektor teknologi China yang lebih luas, yang mengarah pada seruan untuk menaikkan harga aset China.

Xi telah lama menekankan perlunya China mencapai swasembada semikonduktor dan ingin negara tersebut menggunakan AI untuk mendorong pembangunan ekonomi.

Namun, upaya China telah terhambat oleh langkah-langkah pengendalian ekspor pada chip yang diberlakukan oleh pemerintah AS. Pemerintah AS khawatir China dapat menggunakan semikonduktor canggih untuk meningkatkan kemampuan militernya.

"Ini adalah pengakuan diam-diam bahwa pemerintah China membutuhkan perusahaan sektor swasta untuk persaingan teknologinya dengan AS. Pemerintah tidak punya pilihan selain mendukung mereka jika ingin bersaing dengan AS," kata wakil direktur penelitian China di Gavekal Dragonomics di Hong Kong, Christopher Beddor.

Saham teknologi di Hong Kong telah melonjak tinggi dalam beberapa minggu terakhir karena kombinasi optimisme tentang terobosan AI DeepSeek dan mencairnya pendekatan otoritas terhadap raksasa internet.

Indeks teknologi Hang Seng mencapai titik tertinggi dalam tiga tahun pada pembukaan perdagangan Senin, setelah menguat pada Jumat menyusul laporan Xi akan memimpin simposium Senin. Indeks tersebut merosot dalam perdagangan sore yang bergejolak dan terakhir turun 1,3%.

Xi pertama kali memimpin simposium penting untuk sektor swasta pada 2018, enam tahun setelah ia berkuasa. Saat itu, ia menjanjikan pemotongan pajak dan persaingan yang adil sambil menegaskan kembali bahwa perusahaan swasta akan memiliki akses ke dukungan finansial.

"Meskipun peluang dalam kasus DeepSeek meningkat, ini juga tentang membimbing sektor swasta ke arah yang dipimpin pemerintah dan menahan potensi risiko untuk bersaing dengan AS," kata ekonom senior di Natixis Gary Ng.

"Tetap saja, lingkungan regulasi adalah kotak hitam. Karena sebagian besar pengembangan AI terjadi di sektor swasta, kita tidak dapat sepenuhnya mengesampingkan hasil dari lingkungan regulasi yang lebih ketat dari yang diharapkan pasar daripada yang kita lihat sekarang," pungkas dia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 12 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 55 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia