KP2MI Bahas Penempatan PMI Lewat Platform Musaned Arab Saudi
JAKARTA, investor.id – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Indonesia (P2MI) Christina Aryani membahas pembukaan kembali penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) untuk sektor domestik lewat platform Musaned Arab Saudi.
Keterangan di situs Web KP2MI dikutip Rabu (19/2/2025) menyebutkan Musaned sendiri merupakan suatu platform atau lembaga resmi untuk layanan rumah tangga dan program ketenagakerjaan di bawah Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi.
Terkait pembahasan penempatan PMI di Arab Saudi tersebut, Wamen Christina menyebutkan Kementerian P2MI harus memverifikasi dan mengkaji sistem yang dipresentasikan Musaned.
Upaya verifikasi dan kajian tersebut, menurut dia, perlu dilakukan karena Arab Saudi masih memberlakukan sistem syarikah atau perusahaan yang ditunjuk dan bertanggungjawab kepada pemerintah Arab Saudi.
"Jangan sampai jika penempatan Arab Saudi berjalan, kita semua terkendala masalah teknis yang beririsan kepada dua aturan," sambungnya.
Sementara itu, selama diskusi tersebut, Direktur Kemitraan Strategis Musaned Saudi Arabia Wafi Assiri menyatakan pekerja migran sektor domestik di Arab Saudi mencapai 4,5 juta, dengan keberangkatan mandiri sekitar 97%.
Wafi kemudian menyatakan, sebanyak 4,5 juta pekerja migran sektor domestik tersebut direkrut oleh 2,4 juta employers atau pengguna jasa di Arab Saudi.
“Artinya, pekerja migran sektor domestik telah mencapai 1/3 dari total sektor pekerjaan di Arab Saudi. Jumlah tersebut sangat besar sampai mengalahkan sektor lainnya," imbuhnya.
Menurutnya, pemerintah Arab Saudi ingin mengarahkan penempatan sektor domestik agar terkelola dengan baik dan tidak lepas kendali.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



