Jumat, 15 Mei 2026

Trump Makin Batasi Investasi China di Sektor Utama AS

Penulis : Grace El Dora
22 Feb 2025 | 17:36 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersiap untuk menandatangani komisi Menteri Perdagangan Howard Lutnick di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, AS pada Jumat (21/2/2025). (Foto: EPA)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersiap untuk menandatangani komisi Menteri Perdagangan Howard Lutnick di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, AS pada Jumat (21/2/2025). (Foto: EPA)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump makim batasi investasi China di sektor utama AS. Trump menandatangani memo yang menyerukan pembatasan terhadap investasi China di sektor-sektor strategis seperti teknologi dan infrastruktur penting, termasuk pembatasan oleh panel peninjauan investasi asing.

Langkah yang diambil pada Jumat (21/2/2025) tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dan persaingan strategis antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Hal ini bertujuan untuk promosi investasi asing, sambil melindungi kepentingan keamanan nasional AS. "Terutama dari ancaman yang ditimbulkan oleh musuh asing (seperti China)," kata pernyataan resmi Gedung Putih seperti dikutip AFP, Sabtu (22/2/2025).

ADVERTISEMENT

Secara khusus, memo tersebut ditujukan kepada China. "(Karena) semakin mengeksploitasi modal Amerika Serikat untuk mengembangkan dan memodernisasi militer, intelijen, dan aparat keamanan lainnya," demikian tertulis dalam pernyataan tersebut.

Pihaknya menyerukan agar Komite Investasi Asing di Amerika Serikat (CFIUS) digunakan untuk membatasi investasi China di sektor-sektor utama AS seperti teknologi, infrastruktur penting, perawatan kesehatan, hingga energi.

Sebagai informasi, CFIUS adalah panel yang mempertimbangkan implikasi keamanan nasional dari investasi asing di Amerika.

"Presiden Trump menepati janjinya untuk mencegah musuh asing mengambil keuntungan dari Amerika Serikat," sebut Gedung Putih.

Memo hari Jumat itu diumumkan setelah Presiden Trump mengenakan bea masuk tambahan sebesar 10% pada semua produk yang diimpor dari China pada awal bulan ini, atas dugaan peran negara itu dalam perdagangan fentanil yang mematikan.

Pemerintah China telah menepis tuduhan tersebut.

Namun pada Rabu (19/2/2025), presiden AS itu mengisyaratkan kesepakatan perdagangan dengan China "mungkin saja terjadi".

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 13 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia