Menlu RI Serukan Pembentukan Zona Bebas Senjata Nuklir Baru
JAKARTA, investor.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyerukan percepatan pembentukan zona bebas senjata nuklir baru. Seruan ini disampaikan dalam pertemuan Segmen Tingkat Tinggi Konferensi Perlucutan Senjata (Conference on Disarmament/ CD) di Jenewa, Swiss.
Menlu Sugiono pada konferensi itu menyampaikan perlunya revitalisasi arsitektur perlucutan senjata global yang salah satunya dilakukan dengan percepatan pembentukan zona bebas senjata nuklir baru, demikian tertulis dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Selasa (25/2/2025).
“Memperkuat kepatuhan terhadap Zona Bebas Senjata Nuklir (Nuclear-Weapon-Free Zones) dan mempercepat pembentukan zona baru. Indonesia kembali menekankan pentingnya percepatan penandatanganan Protokol Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ) oleh negara-negara P5,” ucap Sugiono.
Adapun negara-negara P5 yaitu Amerika Serikat (AS), Rusia, China, Prancis, dan Inggris hingga kini belum menandatangani protokol SEANWFZ karena kekhawatiran terkait kebebasan operasi militer mereka di kawasan.
Menlu Sugiono menerangkan, lanskap keamanan global saat ini lebih rapuh dari sebelumnya. Khususnya karena semakin dalamnya rivalitas strategis, semakin lemahnya komitmen perlucutan senjata, meningkatnya persenjataan nuklir, ketergantungan kembali pada strategi pencegahan, serta risiko konflik dan kecelakaan nuklir tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.
“Namun, jalur ini bukanlah sesuatu yang tidak dapat diubah. Kita memiliki kekuatan dan tanggung jawab untuk mengubahnya. Saya mendesak komunitas internasional untuk mengembalikan stabilitas melalui komitmen yang diperbarui dan akuntabilitas yang lebih besar, dengan meninjau kembali doktrin serta praktik keamanan,” jelasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





