Arab Saudi Investasi Astrowisata
RIYADH, investor.id – Pemerintah Arab Saudi berinvestasi Astrowisata telah mendapatkan popularitas di seluruh dunia, dengan negara-negara memprioritaskan konservasi langit gelap. Di Amerika Serikat (AS), National Park Service melaporkan wisatawan pengamat bintang menyumbang miliaran dolar setiap tahun melalui akomodasi, tempat makan, dan penyewaan peralatan.
The Economic Times melaporkan di Asia Barat, pemerintah Arab Saudi berinvestasi besar-besaran dalam konservasi langit gelap dan pariwisata berkelanjutan. Dengan bentang alam gurun yang luas dan polusi cahaya yang minimal, Kerajaan ini berada pada posisi yang tepat untuk menarik wisatawan yang ingin merasakan keajaiban langit malam.
Negara ini, dengan langit gurunnya yang cerah, menjadikan astrowisata sebagai fokus utama. Cagar Alam AlUla Manara dan AlGharameel telah dikenal karena pemandangan malamnya yang murni dan proyek yang lebih besar sedang dikerjakan.
Destinasi Laut Merah, yang saat ini sedang dikembangkan dan mencakup area seluas Belgia, akan segera menjadi Cagar Alam Langit Gelap terbesar di Timur Tengah.
Melindungi Langit Malam
Red Sea Global, pengembang di balik proyek ini, bekerja sama dengan para ahli pencahayaan untuk memastikan kepatuhan yang ketat terhadap pedoman polusi cahaya.
"Itu adalah tempat-tempat yang akan cukup jauh dari komunitas besar, tetapi itu adalah tempat di mana Anda akan melihat Bima Sakti dengan sangat jelas," jelas ketua Komite Tempat Langit Gelap untuk DarkSky International Dan Oakley seperti dikutip Selasa (25/2/2025).
Proyek ini menggabungkan solusi pencahayaan canggih, termasuk melindungi sumber cahaya, mengarahkan perlengkapan ke bawah, dan menggunakan lampu berwarna hangat.
"Menjaga kegelapan alami sangat penting bagi manusia dan planet ini," kata direktur asosiasi pencahayaan Red Sea Global Andrew Bates. Resor pertama di destinasi tersebut, Six Senses Southern Dunes, telah mencapai kepatuhan Langit Gelap.
Menjembatani Astronomi dan Budaya
Pemerintah Arab Saudi juga memanfaatkan warisan astronomi Islamnya yang kaya.
"Selama musim haji, kami menyoroti bagaimana benda-benda langit digunakan untuk navigasi ke Mekkah dan pengaturan waktu ritual," tutur Ahmed AlThaher, pimpinan astronomi untuk Akun, perusahaan aktivitas petualangan Red Sea Global.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


