Jumat, 15 Mei 2026

Korsel Perketat Aturan Baterai Lihium ke Dalam Pesawat

Penulis : Happy Amanda Amalia
2 Mar 2025 | 16:23 WIB
BAGIKAN
Seorang wanita memeriksa tiket di ponselnya di Bandara Internasional Incheon di Incheon, Korea Selatan, pada 3 Januari 2020. (REUTERS/Kim Hong-Ji/File Photo)
Seorang wanita memeriksa tiket di ponselnya di Bandara Internasional Incheon di Incheon, Korea Selatan, pada 3 Januari 2020. (REUTERS/Kim Hong-Ji/File Photo)

SEOUL, investor.id – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) memperketat peraturan terkait membawa baterai lithium ke dalam pesawat. Langkah ini dipicu meningkatnya risiko penerbangan di seluruh dunia akibat baterai pada ponsel dan rokok elektrik, yang mengarah pada kegagalan fungsi dan menghasilkan asap, api, atau panas yang ekstrem.

Mulai Sabtu (01/03/2025), penumpang maskapai penerbangan Korea Selatan harus menyimpan power bank dan rokok elektrik di dalam tas mereka, bukan di tempat sampah kabin. Perangkat juga tidak boleh diisi daya di dalam pesawat, sementara  batas jumlah dan kekuatan baterai akan diberlakukan.

Namun menurut Kementerian Transportasi, para penumpang masih diizinkan membawa hingga lima baterai portabel berdaya 100 watt/jam, sedangkan baterai dengan daya lebih dari 160 watt/jam tidak akan diperolehkan masuk ke dalam pesawat. Baterai juga harus disimpan di dalam kantong plastik transparan.

ADVERTISEMENT

Para wisatawan Negeri Ginseng yang terbang dari Bandara Internasional Incheon pun merasa lega dengan peraturan baru tersebut.

“Saya merasa aman karena kami memiliki panduan baru yang dapat melindungi kami. Saya juga disarankan untuk membawa (baterai ini) saat berada di dalam pesawat, hal ini membuat saya merasa lega karena kami dapat segera mengetahui jika terjadi sesuatu,” ujar Kim Jae-woung (37 tahun) kepada Reuters.

Berdasarkan catatan Administrasi Penerbangan Federal AS (Federal Aviation Administration/FAA), tahun lalu ada tiga insiden global dalam dua minggu akibat baterai lithium yang terlalu panas di pesawat. Jumlah ini naik dibandingkan 2018 yang mencatat kurang dari satu insiden per minggu.

Industri maskapai penerbangan sendiri sejak lama menyadari bahwa penggunaan baterai terus bertambah telah menjadi masalah keselamatan, dan pengetatan peraturan secara berkala merupakan respons terhadap sejumlah kecelakaan.

Pihak berwenang Korea mengatakan, tindakan tersebut merupakan tanggapan atas kecemasan publik tentang insiden kebakaran pesawat Air Busan pada Januari 2025 ketika sedang menunggu untuk lepas landas.

Di sisi lain, para penyelidik belum menentukan penyebab kebakaran. Tetapi mengutip pernyataan investigasi awal pada Kamis (27/02/2025) bahwa kebakaran bermula dari tempat penyimpanan di kabin setelah boarding.

Seluruh 170 penumpang dan enam kru dievakuasi sebelum pesawat hancur. Kebakaran terdeteksi sekitar 20 menit, setelah penerbangan yang sempat tertunda itu dijadwalkan untuk berangkat.

“Prosedur pemadaman kebakaran awak kabin yang ada telah terbukti efektif untuk semua insiden (baterai lithium) yang terjadi dalam penerbangan. Namun, jika insiden semacam itu terjadi saat berada di darat, pilihan paling aman adalah mengevakuasi pesawat,” kata juru bicara Asosiasi Transportasi Udara Internasional (International Air Transport Association/IATA).

Awak kabin juga telah mendapat pelatihan untuk memadamkan api dengan alat pemadam, mendinginkan baterai dengan cairan, dan mengisolasi perangkat dalam kantong atau kotak penahan api.

Ratusan Ponsel

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 15 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 58 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia