Presiden Lee Jae Myung: Indonesia Satu-satunya Mitra Strategis Komprehensif Khusus Korsel
SEOUL, investor.id – Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menegaskan bahwa posisi Indonesia telah meningkat menjadi mitra tingkat tertinggi bagi negaranya. Hal ini ditandai dengan peningkatan status hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus (Special Comprehensive Strategic Partnership), sebuah tingkatan kerja sama eksklusif yang diklaim hanya dimiliki Korea Selatan dengan Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Lee saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Blue House (Cheong Wa Dae), Seoul, Rabu (1/4/2026).
“Pada kesempatan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Korea ini, menjadi sangat bermakna bahwa kita akan meraih hasil bersejarah dengan meningkatkan hubungan bilateral kita menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus, dan Republik Korea hanya memiliki satu hubungan seperti ini dengan negara mana pun di dunia,” ucap Lee.
Presiden Lee menyoroti sejarah panjang 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara yang kini telah membuahkan hasil nyata, mulai dari sektor otomotif hingga industri pertahanan. Ia menyebut Indonesia sebagai tujuan utama investasi perusahaan-perusahaan asal Negeri Gingseng.
“Indonesia merupakan tujuan pertama investasi perusahaan Korea dan mitra berharga yang telah membantu terwujudnya industri pertahanan Korea. Selain itu, kendaraan listrik pertama Indonesia juga diproduksi bersama perusahaan Korea,” ujar Lee.
Di tengah ketidakpastian global, Lee memandang sinergi antara kemampuan teknologi Korea Selatan dan potensi sumber daya Indonesia sebagai kekuatan yang saling melengkapi.
“Selama lebih dari 50 tahun sejak terjalinnya hubungan diplomatik, kita telah menjadi sahabat yang saling percaya dan mitra yang berharga dalam perjalanan bersama. Di tengah ketidakpastian global dan berbagai tantangan, Korea dan Indonesia merupakan berkah bagi satu sama lain,” imbuhnya.
Kunjungan Presiden Prabowo kali ini menjadi momentum bagi kedua pemimpin untuk menyepakati sejumlah nota kesepahaman (MoU) strategis. Kerja sama ini tidak hanya terpaku pada sektor tradisional, tetapi meluas ke ranah teknologi tinggi dan ekonomi berkelanjutan.
Kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk mempererat kolaborasi di bidang industri pertahanan dan alutsista; perdagangan dan investasi; kecerdasan buatan (AI), hingga pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Kedua negara menargetkan lebih banyak proyek masa depan yang memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat di kedua belah pihak.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






