Indonesia & China Rancang Arah Baru Kerja Sama
Di samping itu, isu tarif yang menjadi sorotan global turut dibahas dalam pertemuan. Dalam kesempatan itu, Menlu Sugiono menyampaikan kekhawatiran Indonesia atas dampak perang tarif terhadap perekonomian dunia, serta menegaskan pentingnya dialog untuk mencari solusi bersama.
Ia juga menekankan bahwa China dan Amerika Serikat adalah mitra penting bagi pembangunan Indonesia. Oleh karena itu, kerja sama dengan kedua negara harus dijaga secara seimbang dan konstruktif.
Selain Dialog 2+2, Menlu Sugiono juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Wang Yi yang secara khusus membahas berbagai tindak lanjut kerja sama ekonomi pembangunan dan kerja sama kesehatan. “Saya mendorong agar kerja sama ekonomi Indonesia dan Tiongkok tidak hanya fokus pada angka, tetapi juga mencakup pengembangan kapasitas, transfer teknologi, dan aspek keberlanjutan,” ujar Menlu Sugiono.
RRT merupakan mitra dagang terbesar Indonesia sekaligus salah satu investor utama dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Hubungan diplomatik Indonesia-China telah terjalin sejak 13 April 1950, dan saat ini berada pada level Kemitraan Strategis Komprehensif.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan 2+2 perdana di Beijing, para Menlu dan Menhan kedua negara sepakat untuk menyelenggarakan Dialog 2+2 berikutnya di Indonesia pada tahun 2026.
Sementara melansir Xinhua, Menlu Sugiono juga berkesempatan bertemu dengan Wakil Presiden RRT Han Zheng. Pertemuan ini membahas tindak lanjut dari konsensus antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada tahun lalu perihal pembangunan komunitas Tiongkok-Indonesia untuk yang memiliki pengaruh regional dan global.
Han menerangkan, China dalam hal ini bersedia bekerja sama dengan Indonesia memperkuat penyelarasan strategis, meningkatkan kolaborasi multilateral, memajukan komunitas Tiongkok-Indonesia dengan masa depan bersama untuk terus mencapai tingkat yang lebih tinggi. Serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi proses modernisasi kedua negara serta kemakmuran dan pembangunan kawasan dan dunia.
Sementara Menlu Sugiono mengatakan, Indonesia bersedia menjadikan peringatan 75 tahun terjalinnya hubungan diplomatik sebagai kesempatan untuk memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan, mempertahankan multilateralisme dengan teguh, bersama-sama mengatasi risiko dan tantangan, serta mendorong pengembangan lebih besar kemitraan strategis komprehensif kedua negara.
Menutup rangkaian kunjungannya di Beijing, Menlu Sugiono secara resmi membuka resepsi diplomatik peringatan 75 tahun hubungan Indonesia–Tiongkok yang diselenggarakan KBRI Beijing bersama Bank Indonesia Beijing. Pada acara tersebut, telah diluncurkan desain prangko dan amplop edisi khusus 75 tahun Indonesia-Tiongkok.
Memanfaatkan momentum ini, Menlu Sugiono juga mengumumkan finalisasi proses pembukaan Konsulat Jenderal RI di Chengdu pada tahun 2025, sebagai bagian dari upaya memperkuat misi diplomasi dan pelayanan bagi WNI di Tiongkok bagian barat daya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






