Jumat, 15 Mei 2026

Rusia Akan Bantu Pengembangan Stasiun Antariksa Indonesia

Penulis : Grace El Dora
28 Apr 2025 | 23:58 WIB
BAGIKAN
Duta Besar (Dubes) Federasi Rusia untuk RI Sergei Tolchenov menyampaikan sambutannya saat membuka pameran lukisan maritim angkatan laut Rusia bertajuk Marine Ships Must Be di Museum Bahari Jakarta pada Senin (24/3/2025). (Foto: ANTARA/ Nabil Ihsan)
Duta Besar (Dubes) Federasi Rusia untuk RI Sergei Tolchenov menyampaikan sambutannya saat membuka pameran lukisan maritim angkatan laut Rusia bertajuk Marine Ships Must Be di Museum Bahari Jakarta pada Senin (24/3/2025). (Foto: ANTARA/ Nabil Ihsan)

JAKARTA, investor.id – Duta Besar (Dubes) Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyatakan keterbukaan Rusia untuk mendukung pengembangan penerbangan antariksa nasional Indonesia, termasuk untuk pembinaan stasiun antariksa di Pulau Biak, Papua.

“Soal rencana stasiun antariksa atau peluncuran roket di Biak ataupun pulau lain, tentu ini diputuskan oleh Indonesia. Rusia siap menyediakan teknologi untuk peluncuran roket, pada aspek teknisnya, atau teknologi lainnya,” jelas Dubes Tolchenov dalam temu media di Jakarta, Senin (28/4/2025).

Ia mengatakan, saat ini sudah terjalin kerja sama antara badan antariksa Rusia Roscosmos dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk pengembangan sektor penerbangan antariksa di Indonesia. Pemerintah negara tersebut juga siap sedia memberi bantuan teknis dan teknologi terkait pembinaan stasiun antariksa, instalasi peluncuran, serta landasan peluncuran roket yang akan dibangun di RI jika rencana pengembangannya diteruskan.

ADVERTISEMENT

Dubes Rusia itu mengakui, sebelumnya sempat ada rencana dari sebuah perusahaan Rusia untuk memanfaatkan bandara di Pulau Biak. Bandara itu direncanakan sebagai wahana peluncuran pesawat antariksa yang diangkut dengan pesawat kargo besar sebelum dilepas ke angkasa luar.

“Namun sayangnya, karena sejumlah isu, program tersebut urung dilaksanakan,” papar Tolchenov. Ia merujuk pada gagasan proyek yang sempat dibicarakan sekitar 10-15 tahun lalu.

Maka untuk kerja sama mendatang, bentuk bantuan yang diberikan Rusia akan sangat tergantung dengan kebutuhan dan fokus pengembangan yang dituju pihak Indonesia saat ini, ucap Dubes Rusia. Pembahasan mengenai hal ini masih berjalan, katanya.

“Kami siap menyediakan apapun yang diminati pihak Indonesia, dan kami saat ini berupaya mengetahui apa yang hendak dilakukan atau diminta oleh Indonesia,” beber Dubes Rusia itu. Tolchenov pun menegaskan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Rusia di bidang penerbangan antariksa dan penjelajahan angkasa luar dilakukan dengan tujuan damai.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Rolliansyah Soemirat sebelumnya mengakui Indonesia sempat memiliki rencana untuk membangun tempat peluncuran satelit di Biak, Papua.

Terlebih lagi, pembicaraan terkait pengembangan tersebut telah dimulai beberapa tahun yang lalu. “Namun, pembicaraan tersebut belum sampai pada keputusan apapun,” pungkasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 30 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia