Jumat, 15 Mei 2026

CATL Akan Jadi IPO Terbesar di Dunia Tahun Ini

Penulis : Grace El Dora
14 Mei 2025 | 11:47 WIB
BAGIKAN
Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL). (Foto: Reuters)
Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL). (Foto: Reuters)

HONG KONG, investor.id – Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) berencana untuk mencari setidaknya US$ 4 miliar (Rp 66,3 triliun) dari penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham di Hong Kong, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut. CATL akan jadi pencatatan IPO terbesar di dunia tahun ini.

Hasil akhirnya dapat meningkat menjadi US$ 5,3 miliar jika kesepakatan tersebut ditingkatkan dan greenshoe dilaksanakan, menurut sumber yang dikutip Bloomberg pada Rabu (14/5/2025), yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena informasinya tidak bersifat publik. Opsi-opsi ini kemungkinan akan dilaksanakan, kata mereka, seraya menambahkan prosesnya dimulai awal pekan ini.

Harga maksimum saham pembuat baterai kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) di Hong Kong kemungkinan akan setara dengan penutupan 244,57 yuan (Rp 562.218) untuk saham CATL di Shenzhen pada Kamis (8/5/2025), kata orang-orang tersebut. Dilaporkan, diskusi masih berlangsung dan rencana bisa saja berubah.

ADVERTISEMENT

Perwakilan CATL belum memberi tanggapan.

Dengan nilai lebih dari US$ 4 miliar, penawaran saham tersebut akan melipatgandakan hasil di pasar Hong Kong untuk listing tahun ini. Bloomberg Intelligence memrediksikan dana yang dikumpulkan akan melonjak hingga US$ 22 miliar.

Keuntungan besar tersebut didorong oleh perusahaan-perusahaan China yang melanjutkan rencana pencatatan mereka di pusat keuangan Asia tersebut, meskipun terjadi kekacauan yang disebabkan oleh tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sebelumnya, Trump telah menyebabkan banyak transaksi ditunda di Amerika dan Eropa.

CATL berencana untuk menjadikan transaksi tersebut sebagai penawaran "Reg S", kata orang-orang tersebut. Ini berarti saham tersebut tidak dapat dijual kepada investor dalam negeri AS, sehingga membatasi paparan CATL terhadap risiko hukum AS.

Menurut sumber itu, investor utama berkomitmen untuk memegang saham setidaknya selama enam bulan. Alokasi kepada investor tersebut diharapkan akan mencapai lebih dari setengah dari penjualan saham. Pencatatan CATL telah menarik minat dari sejumlah perusahaan termasuk Kuwait Investment Authority, perusahaan minyak milik negara China Sinopec, dan pengelola aset alternatif Hillhouse Investment, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 16 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia