Jumat, 15 Mei 2026

Myanmar Optimistis Berunding dengan AS Terlepas dari Tarif Trump 40%

Penulis : Grace El Dora
2 Aug 2025 | 16:02 WIB
BAGIKAN
Bendera nasional Myanmar berkibar setengah tiang di depan sebuah gedung dalam rangka peringatan 78 tahun Hari Martir untuk memperingati pembunuhan para pahlawan kemerdekaan negara tersebut, termasuk Jenderal Aung San, mendiang ayah dari pemimpin terguling Aung San Suu Kyi di Yangon, Myanmar, Sabtu (19/7/2025). (Foto: AP)
Bendera nasional Myanmar berkibar setengah tiang di depan sebuah gedung dalam rangka peringatan 78 tahun Hari Martir untuk memperingati pembunuhan para pahlawan kemerdekaan negara tersebut, termasuk Jenderal Aung San, mendiang ayah dari pemimpin terguling Aung San Suu Kyi di Yangon, Myanmar, Sabtu (19/7/2025). (Foto: AP)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah militer Myanmar mengatakan tetap optimistis akan tercapainya kesepakatan dengan AS. Mereka berharap dapat melihat penurunan tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS) Trump sebesar 40% atas barang-barang dari negara Asia Tenggara tersebut.

"AS terus bernegosiasi dengan kami mengenai hal ini sehingga masih dalam tahap negosiasi," ujar Zaw Min Tun selaku juru bicara utama Komisi Keamanan dan Perdamaian Negara yang berkuasa, kepada Bloomberg News, Sabtu (2/8/2025).

Myanmar telah menawarkan untuk mengurangi tarifnya atas barang-barang Amerika yang masuk ke negara tersebut ke kisaran 0%-15%, dari tarif sebelumnya sebesar 88%, dan berharap tarif yang dikenakan oleh AS akan turun ke kisaran 0%-7%, ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sifat dan jalur diskusi yang sedang berlangsung antara AS dan Myanmar belum jelas karena Washington telah menjatuhkan sanksi kepada sebagian besar jenderal dan anggota Kabinet Myanmar menyusul kudeta militer yang menggulingkan pemerintahan sipil pimpinan Aung San Suu Kyi pada 2021.

Bulan lalu, pemimpin junta Min Aung Hlaing memuji Donald Trump dalam sebuah surat langka dan membandingkan kudeta militernya dengan klaim tak berdasar presiden AS tentang kecurangan pemilu AS, yang menyatakan kedua pemimpin tersebut merupakan korban kecurangan pemilu.

Dalam surat tersebut, ia meminta penurunan tarif dan menawarkan untuk mengirim delegasi perdagangan tingkat tinggi ke Washington.

Perdagangan bilateral Myanmar dengan AS relatif kecil dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan tersebut. Nilai perdagangan dua arah mencapai US$ 588,3 juta pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2025, turun dari US$ 701,9 juta pada tahun sebelumnya, sementara AS terus mengalami defisit perdagangan, menurut data pemerintah.

Myanmar telah berjuang melawan ekonomi yang lumpuh dan perang saudara yang semakin memanas sejak militer merebut kekuasaan lebih dari empat tahun lalu. Awal minggu ini, rezim tersebut mencabut status darurat yang telah berlangsung selama 54 bulan, membuka jalan bagi pemilihan umum yang telah lama dijanjikan pada Desember 2025, yang oleh banyak negara dianggap sebagai penipuan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 47 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia