Prabowo Terbuka Universitas Top Inggris Buka Kampus Baru di Indonesia
JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto membuka peluang kerja sama dengan sejumlah universitas terkemuka di Inggris untuk mendirikan kampus-kampus baru di Indonesia. Hal tersebut diketahui saat Prabowo melaksanakan kunjungan kerja ke Inggris.
"Ada agenda dari Bapak Presiden untuk menjajaki kerja sama dengan beberapa universitas terkemuka di Inggris," ungkap Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada wartawan di Istana, Senin (19/1/2026).
Prasetyo menjelaskan, beberapa universitas terkemuka di Inggris yang dimaksud merupakan universitas di bawah naungan Russell Group. "Adanya kerja sama bilamana memungkinkan membuka kampus-kampus baru di Indonesia," jelasnya.
Ada pun kerja sama ini dilakukan dalam rangka mengejar ketertinggalan di beberapa bidang, khususnya teknologi, ilmu pengetahuan, hingga kedokteran.
Selain itu, dalam kunjungan kerjanya ke Negeri Ratu Elizabeth tersebut, Prabowo juga menemui Raja Charles III salah satu bahasannya adalah mengenai rencana konservasi perlindungan gajah di Provinsi Aceh. "Ada agenda pembicaraan mengenai rencana konservasi perlindungan gajah di Provinsi Aceh," tutur Prasetyo.
Prasetyo mengatakan, sebelumnya yakni sekitar delapan bulan lalu Prabowo telah menyerahkan konsesi hutan atas nama PT Tusam Hutani Lestari kepada pemerintah. Hutan tersebut rencananya akan dialihfungsikan menjadi koridor konservasi satwa gajah.
"Yakni itu atas kerja sama dengan Raja Charles," jelas Prasetyo.
Kemudian, Prabowo juga menemui Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Ia akan menandatangani Maritime Partnership atau kerja sama di bidang kelautan untuk membangun kapal-kapal tangkap ikan untuk nelayan-nelayan kita.
"Sebetulnya, sesuai dengan rencana awal, pertemuan ini akan berlangsung di bulan Desember tahun yang lalu, tapi karena sesuatu hal, jadwal mundur di bulan Januari," pungkas Prasetyo.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke London menandai penguatan hubungan bilateral yang mencakup tiga pilar utama yaitu pendidikan, lingkungan, dan ekonomi maritim. Upaya menggandeng Russell Group, asosiasi 24 universitas riset publik terkemuka di Inggris seperti Oxford dan Cambridge, menunjukkan ambisi pemerintah untuk melakukan akselerasi kualitas SDM nasional melalui standar akademik global.
Langkah ini dipandang strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pendidikan tinggi di Asia Tenggara, sekaligus menekan devisa negara yang selama ini keluar untuk biaya pendidikan luar negeri.
Di sisi lain, kolaborasi lingkungan dengan Raja Charles III memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam isu perubahan iklim dan keanekaragaman hayati global. Pengalihan konsesi hutan PT Tusam Hutani Lestari menjadi koridor konservasi gajah bukan hanya sekadar perlindungan satwa, tetapi juga upaya mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar di Aceh yang telah berlangsung lama.
Sementara itu, penandatanganan Maritime Partnership dengan Perdana Menteri Keir Starmer menjadi realisasi dari visi kedaulatan pangan dan maritim.
Dengan transfer teknologi pembangunan kapal dari Inggris, diharapkan nelayan Indonesia dapat memiliki armada yang lebih modern dan tangguh untuk mengeksplorasi kekayaan laut nusantara secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing sektor perikanan di pasar internasional.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




