Minggu, 5 April 2026

Pakta Nuklir Berakhir, Putin Tegaskan Kekuatan Atom Jadi Prioritas Mutlak Rusia

Penulis : Grace El Dora
23 Feb 2026 | 13:33 WIB
BAGIKAN
Foto ini, yang diambil dari video oleh Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia, menunjukkan peluncuran roket sebagai bagian dari uji coba rudal balistik antarbenua berbasis darat di fasilitas Plesetsk di barat laut Rusia. (Foto: Russian Defence Ministry Press Service via AP)
Foto ini, yang diambil dari video oleh Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia, menunjukkan peluncuran roket sebagai bagian dari uji coba rudal balistik antarbenua berbasis darat di fasilitas Plesetsk di barat laut Rusia. (Foto: Russian Defence Ministry Press Service via AP)

MOSKOW, investor.id – Presiden Vladimir Putin menyatakan pengembangan kekuatan nuklir kini menjadi "prioritas mutlak" bagi Rusia. Pernyataan tegas ini disampaikan menyusul berakhirnya masa berlaku perjanjian pengendalian senjata nuklir terakhir antara Rusia dan Amerika Serikat.

"Pengembangan triad nuklir, yang menjamin keamanan Rusia serta memastikan pencegahan strategis yang efektif dan keseimbangan kekuatan di dunia, tetap menjadi prioritas mutlak kami," ujar Putin dalam sebuah pesan video seperti dikutip AFP, Senin (23/2/2026).

Pidato tersebut disampaikan bertepatan dengan Hari Pembela Tanah Air (Defender of the Fatherland Day), sebuah hari libur nasional di Rusia yang biasanya dirayakan dengan parade militer dan promosi patriotisme oleh Kremlin.

Perkuat Militer Berdasarkan Pengalaman Perang

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan itu, Putin berjanji untuk terus memperkuat angkatan darat dan angkatan laut Rusia. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan pengalaman militer yang didapat dari konflik di Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun.

Putin menyatakan seluruh cabang angkatan bersenjata akan ditingkatkan, termasuk:

- Kesiapan tempur: Memastikan pasukan selalu siaga.

- Mobilitas: Kecepatan pergerakan pasukan di lapangan.

- Kemampuan operasi: Ketangguhan personel untuk beroperasi dalam segala kondisi, termasuk situasi yang paling sulit sekalipun.

Pernyataan ini muncul hanya dua hari sebelum peringatan empat tahun invasi Rusia ke Ukraina, konflik yang telah meluluhlantakkan banyak kota dan memakan korban jiwa dalam jumlah besar di kedua belah pihak.

Saat ini, Rusia dan AS sebagai dua kekuatan nuklir terbesar di dunia tidak lagi terikat oleh pakta pengendalian senjata apa pun setelah perjanjian New START berakhir awal bulan ini.

Meski demikian, pihak Rusia menyatakan akan tetap mengambil pendekatan "bertanggung jawab" terhadap kemampuan nuklir strategis mereka dan tetap menghormati batasan-batasan tertentu pada persenjataan mereka.

Runtuhnya Arsitektur Pengendalian Senjata Nuklir

Berakhirnya perjanjian New START yakni Strategic Arms Reduction Treaty pada Februari 2026 menandai era baru ketidakpastian keamanan global. Perjanjian ini merupakan benteng terakhir dari serangkaian pakta pengendalian senjata yang dirancang selama dan setelah Perang Dingin untuk mencegah perlombaan senjata nuklir yang tak terkendali antara Amerika Serikat dan Rusia.

Awalnya ditandatangani pada 2010, New START membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dikerahkan oleh kedua negara maksimal 1.550 unit. Namun, seiring meningkatnya ketegangan akibat konflik di Ukraina dan penghentian inspeksi timbal balik, dialog mengenai perpanjangan atau penggantian pakta ini menemui jalan buntu.

Dengan tidak adanya lagi pengawasan hukum internasional, dunia kini menghadapi risiko kembalinya perlombaan senjata nuklir secara terbuka.

Langkah Rusia yang memprioritaskan "Triad Nuklir", yang terdiri dari rudal balistik berbasis darat, kapal selam pengangkut rudal, dan pesawat pengebom strategis, menunjukkan pergeseran strategi pertahanan yang lebih agresif dalam menghadapi tekanan Barat.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia