Minggu, 21 Juni 2026

Selat Hormuz Lumpuh: Irak Hentikan Produksi Minyak di Ladang Raksasa Rumaila

Penulis : Grace El Dora
4 Mar 2026 | 08:53 WIB
BAGIKAN
Ketegangan antara Iran dan Israel. (ANSA)
Ketegangan antara Iran dan Israel. (ANSA)

BASRA, investor.id – Dampak penutupan Selat Hormuz mulai memukul sektor energi global secara nyata. Pemerintah Irak resmi menghentikan total produksi di bagian selatan ladang minyak Rumaila, salah satu ladang minyak terbesar di dunia, pada Selasa (3/3/2026).

Langkah drastis ini diambil setelah penutupan jalur pelayaran vital tersebut memicu krisis logistik yang melumpuhkan ekspor minyak mentah Irak ke pasar internasional, seperti dikutip AFP, Rabu (4/3/2026).

Berdasarkan dokumen resmi kementerian Irak, manajer operasional di ladang minyak Rumaila telah memerintahkan penghentian produksi dan pemompaan hingga 100% sejak Selasa siang.

Penutupan Selat Hormuz menyebabkan terjadinya kelangkaan kapal tanker di pelabuhan-pelabuhan selatan Irak. Akibatnya, cadangan minyak yang tidak bisa dikirim mulai menumpuk hingga mencapai level kritis di fasilitas penyimpanan domestik. Sebagai langkah darurat, sumber kementerian menyatakan bahwa produksi minyak yang tersisa akan dialihkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan kilang dalam negeri.

ADVERTISEMENT

Ladang minyak Rumaila, yang dikelola melalui kemitraan antara BP dan perusahaan milik negara Basra Oil Company, merupakan tulang punggung ekonomi Irak yang menyumbang hampir sepertiga dari total output nasional.

Kondisi serupa juga melanda wilayah utara Irak, tepatnya di Kurdistan. Sebagian besar perusahaan minyak asing telah menghentikan operasional mereka sementara waktu sebagai langkah pencegahan di tengah berkecamuknya perang.

Wilayah Kurdistan, yang menjadi markas bagi pasukan koalisi pimpinan AS dan konsulat besar Amerika Serikat di Erbil, kini berada dalam posisi rentan. Sejak dimulainya serangan gabungan Israel-AS terhadap Iran, wilayah ini terus menjadi sasaran serangan pesawat tanpa awak (drone), meskipun sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Dampak bagi Anggaran Negara

Sebagai anggota pendiri OPEC, Irak sangat bergantung pada emas hitam ini. Penjualan minyak mentah menyumbang sekitar 90% dari pendapatan anggaran negara. Dengan kapasitas ekspor normal sebesar 3,5 juta barel per hari (BPD), lumpuhnya jalur Selat Hormuz menjadi ancaman serius bagi stabilitas finansial negara tersebut.

Selat Hormuz merupakan titik nadi (chokepoint) paling strategis dalam industri energi global. Terletak di antara Teluk Oman dan Teluk Persia, selat sempit ini menjadi jalur utama bagi hampir seperempat dari total pasokan minyak dunia yang diangkut melalui laut setiap harinya. Rata-rata 20 juta barel minyak mentah melintasi jalur ini menuju pasar-pasar utama di Asia, Eropa, dan Amerika.

Penutupan jalur ini oleh Garda Revolusi Iran pada hari Sabtu lalu menyusul agresi militer Israel-AS telah menciptakan efek domino yang melumpuhkan. Bagi negara seperti Irak, yang secara geografis sangat bergantung pada akses pelabuhan selatan menuju Selat Hormuz, penutupan ini bukan sekadar gangguan perdagangan, melainkan ancaman eksistensial terhadap ekonomi nasional.

Tanpa adanya jalur alternatif ekspor yang memadai, Irak terpaksa menghentikan produksi untuk menghindari kerusakan teknis pada fasilitas penyimpanan yang melebihi kapasitas, sebuah situasi yang diprediksi akan terus mengerek naik harga minyak dunia ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia