Minggu, 21 Juni 2026

Iran Lempar Propaganda ke Warga AS

Penulis : Prisma Ardianto
10 Mar 2026 | 04:01 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (Foto: AP/ Vahid Salemi)
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (Foto: AP/ Vahid Salemi)

JAKARTA, investor.id – Iran melancarkan narasi propaganda di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Teheran secara terbuka mengejek operasi militer Amerika Serikat (AS) dengan sebutan "Operation Epic Mistake"—sebuah sindiran terhadap sandi militer "Operation Epic Fury" milik Washington—sembari mengklaim bahwa serangan tersebut hanya merugikan rakyat AS sendiri.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi dalam unggahan di media sosial X, menyatakan bahwa ambisi militer Gedung Putih merupakan penyebab utama di balik lonjakan biaya hidup, mulai dari kenaikan harga bahan bakar hingga cicilan rumah (mortgage) yang kian mahal di Amerika.

“Sembilan hari setelah Operation Epic Mistake dimulai, harga minyak telah berlipat ganda sementara semua komoditas meroket,” ungkap Araghchi dalam unggahannya, dikutip Selasa (10/3/2026) pagi.

Iran Lempar Propaganda ke Warga AS
Unggahan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi di media sosial X. (Foto: tangkapan layar dari platform X)
ADVERTISEMENT

Dalam narasinya, Araghchi mencoba memisahkan antara kebijakan pemerintah AS dengan keinginan rakyatnya. Ia mengklaim bahwa Iran sebenarnya tidak ingin merugikan warga Amerika yang menurutnya sudah jenuh dengan perang luar negeri yang menguras anggaran negara.

“Kesalahan atas melonjaknya harga gas, hipotek yang lebih mahal, dan penurunan nilai tabungan pensiun sepenuhnya terletak pada Israel dan para anteknya di Washington,” tegas Araghchi.

Iran Lempar Propaganda ke Warga AS
Harga bahan bakar ditampilkan di pompa bensin di sebuah SPBU di Baltimore, AS, Rabu (4/3/2026). (Foto: AP/ Stephanie Scarbrough)

Melansir The Hill, mayoritas warga Amerika Serikat menyatakan penolakan terhadap aksi militer AS yang tengah berlangsung di Iran. Berdasarkan jajak pendapat terbaru NPR/PBS News/Marist, sebanyak 56% responden menentang atau sangat menentang operasi tersebut, sementara 44% menyatakan dukungannya.

Jajak pendapat juga menunjukkan pembelahan politik yang ekstrem. Kelompok Demokrat mencatatkan penentangan sebesar 54%, berbanding terbalik dengan Republikan yang hanya 7%. Sementara itu, 31% pemilih independen menyatakan penentangan yang kuat terhadap aksi militer ini.

Data ini selaras dengan survei NBC News yang menunjukkan 54% pemilih tidak setuju dengan cara Trump menangani konflik Iran, dibandingkan dengan 41% yang setuju.

Meskipun popularitas operasi militer ini menurun, Presiden Trump telah menegaskan tidak akan menghentikan serangan sampai rezim Iran menyerah. “Saya tidak peduli dengan jajak pendapat,” ujar Trump dalam wawancaranya dengan New York Post, Senin pekan lalu.

Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak sempat melambung ke level US$ 120 per barel pada perdagangan Senin (9/3/2026), posisi tertinggi sejak 2022. Meski kemudian terkoreksi ke kisaran US$ 83 per barel untuk minyak WTI dan US$ 87 per barel untuk minyak Brent.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia