Iran Perketat Aturan di Selat Hormuz, Tarik Biaya Transit
TEHERAN, investor.id – Pemerintah Iran mengeluarkan aturan baru yang mewajibkan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz untuk mendapatkan izin khusus dari otoritas setempat. Kebijakan ini tertuang dalam dokumen resmi yang diterbitkan oleh Persian Gulf Strait Authority (PGSA), yang sekaligus menjadi sinyal awal bagi rencana penerapan biaya transit di masa mendatang.
Berdasarkan aturan terbaru, setiap kapal yang hendak melewati jalur vital tersebut diwajibkan memiliki polis asuransi yang diterbitkan oleh Iran. Meski saat ini asuransi tersebut masih diberikan secara gratis oleh pemerintah Iran, PGSA menegaskan kebijakan ini dapat berubah.
"Saat ini, asuransi disediakan gratis bagi pemilik kapal. Namun, PGSA berhak untuk menetapkan biaya asuransi di masa depan. Jika diberlakukan, pemilik kapal wajib membeli dan memperbarui cakupan asuransi sesuai ketentuan," tulis pihak PGSA dalam situs resminya seperti dikutip Associated Press, Jumat (19/6/2026).
Selain kewajiban asuransi, Iran juga memerintahkan kapal-kapal untuk mengikuti rute pelayaran yang telah ditentukan. Instruksi ini memicu kebingungan di kalangan pelaut karena bertolak belakang dengan panduan dari kelompok angkatan laut Barat, yang sebelumnya menyarankan kapal untuk tetap berada di dekat pesisir Oman demi keamanan.
Kekhawatiran Industri Pelayaran
Kebijakan ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri pelayaran dan produsen energi global. Ketakutan akan adanya pungutan biaya (tol) di Selat Hormuz muncul setelah memorandum kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat (AS) hanya menjamin akses transit gratis selama masa berlaku 60 hari.
Hingga kini, industri masih membutuhkan kejelasan lebih lanjut mengenai koordinasi dan jaminan keamanan di selat tersebut, terutama setelah Iran berjanji mengembalikan lalu lintas maritim ke tingkat normal dalam 30 hari sebagai bagian dari kesepakatan damai sementara. Meski sempat terjadi lonjakan lalu lintas pada Kamis (18/6/2026), pergerakan kapal dilaporkan melambat signifikan pada Jumat ini.
Sebagai informasi, PGSA merupakan lembaga yang dibentuk Iran selama masa perang dan saat ini berada di bawah sanksi Amerika Serikat. Otoritas negara-negara tetangga di kawasan Teluk pun telah menyatakan penolakan mereka atas legitimasi lembaga tersebut.
Selat Hormuz merupakan salah satu titik paling strategis di dunia, yang menjadi jalur utama bagi sekitar seperlima konsumsi minyak global. Mengingat signifikansinya bagi stabilitas pasokan energi dunia, jalur ini kerap menjadi zona panas dalam dinamika geopolitik antara Iran dan kekuatan Barat.
4Ketegangan di kawasan ini sering kali berdampak langsung pada volatilitas harga minyak mentah dunia, sehingga setiap perubahan aturan lintas di selat ini selalu dipantau ketat oleh pasar global dan negara-negara pengimpor energi.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






