US Sebut Iran Pasang Ranjau di Selat Hormuz
JAKARTA, investor.id – Intelijen Amerika Serikat (AS) mendeteksi kemungkinan Iran memasang ranjau laut di Selat Hormuz dengan menggunakan kapal berukuran kecil yang masing-masing bisa memuat dua hingga tiga ranjau, demikian dilaporkan CBS internasional, Rabu (11/3/2025).
Jumlah total ranjau di gudang persenjataan Iran berkisar antara 2.000 hingga 6.000, meskipun angka pastinya masih belum jelas.
Ranjau-ranjau tersebut diproduksi di dalam negeri maupun di Rusia atau China, tambah laporan itu.
Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik AS di Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya mengklaim serangan mereka itu diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Namun, mereka segera memperjelas serangan itu dilakukan karena mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur akibat serangan pada hari pertama operasi militer AS dan Israel itu. Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung.
Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei itu sebagai tindak pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia mengutuk operasi AS-Israel itu dan menyerukan segera dilakukan deeskalasi dan penghentian permusuhan.
Penggunaan ranjau laut di Selat Hormuz merupakan salah satu taktik perang asimetris yang paling dikhawatirkan oleh otoritas maritim global.
Sebagai jalur sempit yang menjadi urat nadi distribusi sepertiga minyak dunia, gangguan sekecil apa pun di selat ini dapat memicu lonjakan harga energi dan krisis ekonomi global. Ranjau laut yang disebar menggunakan kapal-kapal kecil sulit dideteksi oleh radar canggih, namun memiliki daya hancur yang cukup untuk melumpuhkan kapal tanker raksasa.
Eskalasi terbaru ini terjadi menyusul perubahan peta politik di Teheran pasca gugurnya Ayatollah Ali Khamenei. Langkah Iran yang mulai mengerahkan alutsista di perbatasan airnya dipandang sebagai upaya perlindungan kedaulatan sekaligus bentuk protes terhadap intervensi militer asing.
Dengan dukungan teknologi dari Rusia dan China, kemampuan pertahanan laut Iran menjadi faktor kunci yang diwaspadai oleh militer AS dan Israel dalam upaya mereka menjaga stabilitas navigasi internasional di kawasan Teluk.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






