Minggu, 5 April 2026

US Sebut Iran Pasang Ranjau di Selat Hormuz

Penulis : Grace El Dora
11 Mar 2026 | 19:42 WIB
BAGIKAN
Sebuah kapal angkatan laut UEA berpatroli di Selat Hormuz seperti terlihat dari Mina Al Fajer, Uni Emirat Arab (UEA), Rabu (11/3/2026). (Foto: AP/ Altaf Qadri)
Sebuah kapal angkatan laut UEA berpatroli di Selat Hormuz seperti terlihat dari Mina Al Fajer, Uni Emirat Arab (UEA), Rabu (11/3/2026). (Foto: AP/ Altaf Qadri)

JAKARTA, investor.id – Intelijen Amerika Serikat (AS) mendeteksi kemungkinan Iran memasang ranjau laut di Selat Hormuz dengan menggunakan kapal berukuran kecil yang masing-masing bisa memuat dua hingga tiga ranjau, demikian dilaporkan CBS internasional, Rabu (11/3/2025).

Jumlah total ranjau di gudang persenjataan Iran berkisar antara 2.000 hingga 6.000, meskipun angka pastinya masih belum jelas.

Ranjau-ranjau tersebut diproduksi di dalam negeri maupun di Rusia atau China, tambah laporan itu.

Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik AS di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

AS dan Israel awalnya mengklaim serangan mereka itu diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Namun, mereka segera memperjelas serangan itu dilakukan karena mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur akibat serangan pada hari pertama operasi militer AS dan Israel itu. Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung.

Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei itu sebagai tindak pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia mengutuk operasi AS-Israel itu dan menyerukan segera dilakukan deeskalasi dan penghentian permusuhan.

Penggunaan ranjau laut di Selat Hormuz merupakan salah satu taktik perang asimetris yang paling dikhawatirkan oleh otoritas maritim global.

Sebagai jalur sempit yang menjadi urat nadi distribusi sepertiga minyak dunia, gangguan sekecil apa pun di selat ini dapat memicu lonjakan harga energi dan krisis ekonomi global. Ranjau laut yang disebar menggunakan kapal-kapal kecil sulit dideteksi oleh radar canggih, namun memiliki daya hancur yang cukup untuk melumpuhkan kapal tanker raksasa.

Eskalasi terbaru ini terjadi menyusul perubahan peta politik di Teheran pasca gugurnya Ayatollah Ali Khamenei. Langkah Iran yang mulai mengerahkan alutsista di perbatasan airnya dipandang sebagai upaya perlindungan kedaulatan sekaligus bentuk protes terhadap intervensi militer asing.

Dengan dukungan teknologi dari Rusia dan China, kemampuan pertahanan laut Iran menjadi faktor kunci yang diwaspadai oleh militer AS dan Israel dalam upaya mereka menjaga stabilitas navigasi internasional di kawasan Teluk.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 4 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 7 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia