Sabtu, 4 April 2026

Iran Ancam Serang Big Tech AS, dari Apple hingga Tesla

Penulis : Alfi Dinilhaq
2 Apr 2026 | 14:30 WIB
BAGIKAN
Logo Apple di pintu masuk toko Apple Fifth Ave New York, AS pada 14 September 2016. (FOTO: Don Emmert / AFP)
Logo Apple di pintu masuk toko Apple Fifth Ave New York, AS pada 14 September 2016. (FOTO: Don Emmert / AFP)

JAKARTA, investor.id - Garda Revolusi Iran mengeluarkan ancaman serius terhadap sejumlah raksasa teknologi (Big Tech) Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di kawasan Timur Tengah. Sejumlah raksasa teknologi, seperti Nvidia, Apple, Microsoft, Google, hingga Tesla masuk dalam daftar target.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui saluran Telegram yang berafiliasi, Garda Revolusi menyebut sedikitnya 18 perusahaan teknologi AS akan dianggap sebagai target yang sah sebagai respons atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

“Mulai sekarang, untuk setiap pembunuhan, satu perusahaan AS akan dihancurkan,” demikian pernyataan Garda Revolusi Iran seperti dikutip dari CNBC internasional, Kamis (2/4/2026).

Peringatan bahkan disampaikan kepada para pekerja di perusahaan-perusahaan tersebut untuk segera meninggalkan lokasi kerja demi keselamatan.

Advertisement

Selain perusahaan teknologi besar, daftar target juga mencakup sejumlah korporasi global lainnya, seperti Intel, Oracle, IBM, Dell Technologies, Cisco, Boeing, hingga Tesla.

Menanggapi situasi tersebut, pihak Intel menyatakan fokus utama mereka adalah keselamatan karyawan.

“Keselamatan dan kesejahteraan tim kami adalah prioritas utama kami. Kami mengambil langkah-langkah untuk melindungi dan mendukung para pekerja dan fasilitas kami di Timur Tengah dan secara aktif memantau situasi,” kata dia.

CEO Healix James Henderson menilai ancaman terhadap perusahaan teknologi kini menjadi bagian dari pola konflik modern. “Aset teknologi kini diperlakukan sebagai bagian dari konflik, bukan sebagai hal yang terpisah darinya,” ujarnya.

“Ini juga menandakan bahwa krisis di masa depan mungkin akan menargetkan pusat data dan platform cloud sama seperti situs strategis tradisional,” tambahnya.

Sebelumnya, Iran dilaporkan telah menyerang pusat data layanan cloud Amazon Web Services (AWS) di Timur Tengah pada awal Maret, yang menyebabkan gangguan terhadap berbagai aplikasi dan layanan digital di Uni Emirat Arab.

Ketegangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik sejak akhir Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Sejak saat itu, kawasan Timur Tengah terus dilanda serangan balasan berupa drone dan rudal yang menyasar berbagai aset strategis.

Situasi ini menandai babak baru dalam konflik global, dengan infrastruktur teknologi kini menjadi target strategis yang tidak kalah penting dibandingkan fasilitas militer atau energi.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 7 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 33 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 36 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 49 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia