Minggu, 5 April 2026

Tuduh Izinkan Serangan AS, Iran Tuntut Ganti Rugi dari UEA

Penulis : Grace El Dora
21 Mar 2026 | 10:36 WIB
BAGIKAN
Warga Iran mengikuti sebuah truk yang membawa peti mati berbalut bendera berisi jenazah Menteri Intelijen Iran Esmail Khatib dan, menurut pejabat Iran, istri dan putrinya, selama prosesi pemakaman di Teheran, Iran, Jumat (20/3/2026). (Foto: AP/ Vahid Salemi)
Warga Iran mengikuti sebuah truk yang membawa peti mati berbalut bendera berisi jenazah Menteri Intelijen Iran Esmail Khatib dan, menurut pejabat Iran, istri dan putrinya, selama prosesi pemakaman di Teheran, Iran, Jumat (20/3/2026). (Foto: AP/ Vahid Salemi)

DUBAI, investor.id – Ketegangan di kawasan Teluk Persia memasuki babak baru. Pemerintah Iran secara resmi menuntut ganti rugi dari Uni Emirat Arab (UEA) atas tuduhan memfasilitasi serangan udara Amerika Serikat (AS) ke wilayah kedaulatan Iran.

Tuntutan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, melalui sebuah surat resmi yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB. Berdasarkan laporan Nournews yang dikutip pada Sabtu (21/3/2026), Iran menilai UEA terlibat secara tidak langsung dalam agresi militer tersebut.

Dalam suratnya, Iravani menegaskan bahwa keputusan UEA yang mengizinkan wilayahnya digunakan sebagai pangkalan atau jalur serangan merupakan "tindakan salah secara internasional yang memicu tanggung jawab negara".

Pihak Teheran menyatakan bahwa berdasarkan hukum internasional, UEA memiliki kewajiban untuk memberikan reparasi. Hal ini mencakup kompensasi atas seluruh kerugian materiil maupun moril yang dialami Iran akibat serangan tersebut.

ADVERTISEMENT

Hingga saat ini, pihak Uni Emirat Arab belum memberikan tanggapan resmi terkait surat tuntutan yang dilayangkan ke PBB tersebut. Situasi ini dikhawatirkan akan semakin memperkeruh hubungan diplomatik di kawasan yang tengah dilanda konflik bersenjata antara koalisi AS-Israel dan Iran.

Sejak pecahnya eskalasi militer antara Amerika Serikat dengan Israel dan Iran pada akhir Februari 2026, negara-negara di kawasan Teluk Arab berada dalam posisi yang sangat dilematis.

Di satu sisi, banyak dari negara-negara ini memiliki kerja sama pertahanan jangka panjang dengan Washington, termasuk penyediaan fasilitas pangkalan militer. Di sisi lain, mereka bertetangga langsung dengan Iran dan sangat rentan terhadap dampak balasan jika konflik terus meluas.

Tuntutan kompensasi dari Iran terhadap UEA ini menandai pergeseran taktik Teheran, yang kini mulai menyasar aspek legal dan diplomatik untuk menekan sekutu-sekutu AS di kawasan. Hal ini juga mencerminkan kerentanan jalur logistik militer global; jika negara-negara tetangga Iran dipaksa menutup wilayah udara atau pangkalan mereka karena tekanan hukum maupun ancaman serangan balik, maka operasi militer koalisi Barat di Timur Tengah akan menghadapi tantangan logistik yang jauh lebih berat.

Ketegangan ini mempertegas bahwa dampak perang tahun 2026 tidak hanya dirasakan di medan tempur, tetapi juga mengancam arsitektur keamanan dan diplomatik yang telah dibangun di Teluk Persia selama beberapa dekade terakhir.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia