Minggu, 21 Juni 2026

Balas AS, China Luncurkan Dua Investigasi Perdagangan Global

Penulis : Grace El Dora
27 Mar 2026 | 19:41 WIB
BAGIKAN
Seorang pria berjalan melewati bendera AS dan China pada hari pertemuan antara Menteri Keuangan AS Janet Yellen dan Gubernur Bank Rakyat China (PBoC) Pan Gongsheng, Beijing, China.
Seorang pria berjalan melewati bendera AS dan China pada hari pertemuan antara Menteri Keuangan AS Janet Yellen dan Gubernur Bank Rakyat China (PBoC) Pan Gongsheng, Beijing, China.

BEIJING, investor.id – Kementerian Perdagangan China resmi meluncurkan dua investigasi balasan terhadap praktik perdagangan Amerika Serikat (AS) yang dinilai menghambat aliran produk China ke pasar Amerika. Langkah ini diumumkan pada Jumat (27/3/2026) sebagai respons atas kebijakan serupa yang dirilis Washington awal bulan ini.

Meski meluncurkan investigasi, pemerintah China memilih untuk menahan diri dari tindakan pembalasan langsung. Saat ini, gencatan senjata perdagangan antara kedua negara masih terjaga sejak pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump pada Oktober 2025.

Bahkan, Presiden Trump dijadwalkan akan mengunjungi Beijing pada pertengahan Mei 2026 sebagai bagian dari upaya pengaturan ulang (reset) hubungan di kawasan Asia Pasifik.

Kementerian Perdagangan China menyatakan dua penyelidikan ini dijadwalkan selesai dalam waktu enam bulan, meski ada kemungkinan untuk diperpanjang. Langkah ini disebut sebagai tindakan timbal balik atas investigasi "Section 301" yang sebelumnya diluncurkan AS terhadap China.

ADVERTISEMENT

Investigasi China akan menyoroti praktik perdagangan AS yang dianggap mengganggu rantai pasokan global serta menghambat perdagangan produk ramah lingkungan (green products).

Pihak China menuding kebijakan AS telah membatasi masuknya produk China ke Amerika sekaligus melarang ekspor produk teknologi tinggi dari AS ke China.

Selain itu, AS juga dinilai menerapkan aturan yang memperlambat proyek energi baru, yang berpotensi merugikan kepentingan perusahaan-perusahaan China. "Berdasarkan temuan investigasi nanti, China akan mengambil langkah yang diperlukan untuk membela hak dan kepentingan nasional," tulis pernyataan resmi Kementerian Perdagangan China.

Sebelumnya, pada awal Maret 2026, AS meluncurkan investigasi perdagangan terhadap 16 mitra dagang termasuk China terkait isu kelebihan kapasitas industri dan kerja paksa.

Dalam pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Kamerun pada Kamis (26/3/2026), Menteri Perdagangan China Wang Wentao telah menyampaikan kekhawatiran tersebut langsung kepada Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer. Meski demikian, Wang menegaskan China tetap bersedia memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Amerika Serikat.

Hubungan dagang antara AS dan China pada 2026 terus berada dalam fase transisi yang kompleks. Setelah periode ketegangan tarif yang panjang, kedua negara mencoba menyeimbangkan antara persaingan teknologi yang sengit dan kebutuhan untuk menjaga stabilitas ekonomi global.

Isu mengenai "kelebihan kapasitas industri" (excess capacity) dan dominasi China dalam sektor teknologi hijau seperti panel surya dan kendaraan listrik (EV) menjadi titik gesekan utama.

Investigasi terbaru ini menunjukkan China kini lebih proaktif dalam menggunakan mekanisme hukum perdagangan internasional untuk memberikan tekanan balik secara diplomatis. Meskipun kedua pemimpin negara telah menunjukkan itikad baik melalui rencana kunjungan kenegaraan, kebijakan domestik yang bersifat proteksionis di kedua belah pihak tetap menjadi tantangan besar.

Langkah pemerintah China ini menandakan meski dialog tetap dibuka, China tidak akan membiarkan hambatan perdagangan terhadap produk teknologinya berlalu tanpa tinjauan hukum yang serius.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 7 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia