Kamis, 14 Mei 2026

Industri Kesehatan Diterpa “Perfect Storm”, Biaya Produksi hingga Kurs Jadi Tekanan

Penulis : Prisma Ardianto
13 Mei 2026 | 15:56 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi industri kesehatan. (Istimewa)
Ilustrasi industri kesehatan. (Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Industri kesehatan nasional tengah menghadapi badai tekanan secara bersamaan atau juga dikenal sebagai “perfect storm”. Gangguan rantai pasok global, lonjakan biaya energi dan bahan baku, pelemahan rupiah, hingga ketatnya regulasi menjadi tantangan berat bagi industri farmasi dan alat kesehatan.

Ketua Bidang Kesehatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Irawati Setiady, mengatakan bahwa tekanan yang datang serentak tersebut membuat industri kesehatan berada dalam situasi yang tidak mudah. “Industri saat ini berada dalam perfect storm,” ungkap Irawati kepada Investor Daily, Rabu (13/5/2026).

Istilah “perfect storm” merujuk pada kondisi ketika sejumlah krisis atau faktor negatif terjadi secara bersamaan dan saling berkaitan, sehingga memicu dampak yang lebih besar terhadap suatu industri.

ADVERTISEMENT

Menurut Irawati, tekanan mulai meningkat sejak pecahnya konflik di Timur Tengah di akhir Februari lalu. Perang tersebut memicu kenaikan biaya energi serta mengganggu jalur transportasi dan logistik global. Dampaknya, rantai pasok internasional terganggu dan biaya bahan baku, bahan kemasan, hingga distribusi ikut melonjak.

“Dampak kenaikan biaya energi yang terus naik mempengaruhi biaya transportasi dan distribusi, yang berimbas pada kenaikan biaya operasional perusahaan,” kata Irawati.

Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah turut memperburuk tekanan terhadap industri kesehatan. Merujuk data kurs JISDOR, nilai tukar rupiah telah melemah 4,64% secara tahun berjalan (year to date/ytd) menjadi Rp 17.496 per dolar AS hingga 13 Mei 2026.

Pasalnya, sektor farmasi dan alat kesehatan masih bergantung pada impor bahan baku, sehingga depresiasi rupiah membuat biaya produksi semakin tinggi. “Bahan baku dan bahan kemasan berkontribusi sekitar 60-65% terhadap beban pokok penjualan, sehingga pelemahan nilai tukar rupiah sangat berdampak terhadap biaya produksi,” beber Irawati.

Industri Kesehatan Diterpa “Perfect Storm”, Biaya Produksi hingga Kurs Jadi Tekanan
Pergerakan nilai tukar rupiah hingga 12 Mei 2026. (Ilustrasi: Investor Daily)

Meski menghadapi tekanan besar, Irawati menegaskan kenaikan harga obat dan alat kesehatan belum tentu dilakukan secara langsung. Industri saat ini masih berupaya menekan biaya melalui efisiensi operasional dan transformasi bisnis agar lonjakan biaya tidak sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat.

“Jika (kenaikan harga obat dan alat kesehatan harus) dilakukan, maka kenaikan harga obat perlu dilakukan secara hati-hati dan selektif,” imbuh dia.

Oleh karena itu, industri didorong untuk memperkuat efisiensi, memperbaiki strategi rantai pasok, melakukan mitigasi risiko nilai tukar, meningkatkan ekspor, serta memperbesar tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). “Strategi menghadapinya bukan hanya efisiensi, tapi juga resilience (supply chain), kemandirian (lokalisasi), dan inovasi (produk & teknologi),” tandas Irawati.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 9 menit yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
National 34 menit yang lalu

Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK

Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Business 56 menit yang lalu

Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%

Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital

Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.
Market 1 jam yang lalu

Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Jumat 15 Mei 2026

Harga emas Antam (ANTM) diperkirakan bergerak menguat pada Jumat,15 Mei 2026. Harga emas Antam diprediksi naik ke level ini
National 2 jam yang lalu

Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Dinilai sebagai Langkah Strategis

Pengamat sosial Dr. Serian Wijatno menilai kenaikan pangkat Irjen Pol Asep Edi Suheri menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) sebagai Kapolda Metro Jaya merupakan langkah strategis di tengah kompleksitas tantangan keamanan di Jakarta.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia