Trump Sebut Perang Melawan Iran Sudah Hampir Berakhir
WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan sinyal kuat bahwa konflik bersenjata antara koalisi AS-Israel dengan Iran akan segera mencapai titik akhir. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Trump menyatakan optimisme ketegangan besar di Timur Tengah tersebut sudah berada di ambang penyelesaian.
Laporan Fox Business pada Rabu (15/4/2026), Trump memberikan jawaban tegas saat ditanya mengenai status peperangan tersebut. "Saya pikir ini hampir berakhir, ya. Saya melihatnya sudah sangat dekat dengan penyelesaian," ujar Trump sebagaimana dikutip dari cuplikan video di platform X, rabu.
Trump bahkan menyebut kondisi Iran saat ini telah terdampak sangat dalam akibat konflik yang pecah sejak akhir Februari 2026. "Jika saya menarik diri sekarang pun, mereka akan butuh waktu 20 tahun untuk membangun kembali negara itu. Saya pikir mereka sangat ingin segera membuat kesepakatan," tambahnya.
Diplomasi di Islamabad
Meski Trump telah berulang kali menggunakan bentuk kata lampau seolah perang telah usai, kenyataan di lapangan menunjukkan proses diplomasi masih berjalan alot. Perundingan intensif telah digelar di Islamabad, Pakistan, selama akhir pekan lalu. Walaupun kesepakatan permanen belum tercapai, upaya untuk memulai putaran pembicaraan berikutnya terus dilakukan.
Pakistan memainkan peran sentral sebagai mediator dalam konflik ini. Sebelumnya, Pakistan berhasil menengahi kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu yang dimulai pada 8 April 2026 dan hingga saat ini kesepakatan tersebut dilaporkan masih bertahan.
Trump menunjukkan nada optimistis negosiasi langsung antara AS dan Iran dapat dimulai kembali di Pakistan dalam waktu dekat. Ia memprediksi pembicaraan tersebut kemungkinan besar akan berlanjut dalam dua hari ke depan guna mencari solusi permanen bagi stabilitas kawasan.
Konflik terbuka antara koalisi AS-Israel dan Iran yang meletus pada 28 Februari 2026 telah menjadi guncangan hebat bagi stabilitas global sepanjang awal tahun ini. Perang ini dipicu oleh eskalasi ketegangan menahun yang akhirnya pecah menjadi konfrontasi militer langsung, melibatkan serangan udara dan laut yang berdampak signifikan pada infrastruktur strategis di kawasan Teluk.
Di tengah kebuntuan diplomatik, Pakistan muncul sebagai aktor kunci dalam upaya de-eskalasi. Sebagai negara yang memiliki hubungan strategis dengan AS sekaligus kedekatan geografis serta diplomatis dengan Iran, Pakistan dianggap sebagai pihak netral yang paling dipercaya oleh kedua belah pihak.
Keberhasilan Pakistan dalam menengahi gencatan senjata pada 8 April menjadi titik balik penting yang membuka ruang dialog di Islamabad. Fokus utama perundingan saat ini adalah mencari jalan tengah guna mencegah kehancuran ekonomi lebih lanjut di kawasan tersebut serta mengamankan jalur perdagangan energi internasional.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






