Minggu, 21 Juni 2026

Trump Tegaskan Tak Ada Pengerahan Pasukan untuk Ambil Uranium Iran

Penulis : Grace El Dora
18 Apr 2026 | 16:27 WIB
BAGIKAN
Seorang petugas keamanan Iran dengan pakaian pelindung berjalan melalui sebagian Fasilitas Konversi Uranium di luar kota Isfahan, Iran. (Foto: AP/ Vahid Salemi)
Seorang petugas keamanan Iran dengan pakaian pelindung berjalan melalui sebagian Fasilitas Konversi Uranium di luar kota Isfahan, Iran. (Foto: AP/ Vahid Salemi)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan pihaknya tidak akan mengerahkan pasukan militer dalam operasi pengambilan cadangan uranium milik Iran. Hal ini disampaikan Trump sebagai bagian dari upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan nuklir yang telah memicu konflik di Timur Tengah.

Menurut laporan CBS News yang dikutip Sputnik pada Sabtu (18/4/2026), Trump menegaskan proses pemindahan material nuklir tersebut akan dilakukan melalui kerja sama teknis. "Tidak ada pengerahan pasukan. Kami akan turun bersama mereka, lalu kami akan mengambilnya," ujar Trump, Sabtu.

Saat dipertegas mengenai siapa yang akan menangani material berbahaya tersebut, Trump menjelaskan bahwa "orang-orang kami" (tim ahli AS) akan bekerja berdampingan dengan pihak Iran. Uranium yang telah diperkaya tersebut nantinya akan dipindahkan sepenuhnya ke wilayah AS.

Trump optimistis perang tidak lagi diperlukan jika kesepakatan akhir telah tercapai. Ia juga mengklaim Iran telah setuju untuk menghentikan dukungan terhadap kelompok militan proksi di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Trump memberikan catatan keras blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berlaku hingga dokumen kesepakatan resmi ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Dinamika Perundingan

Perjalanan menuju perdamaian ini masih diwarnai ketidakpastian:

- Sabtu (11/4): Pembicaraan awal digelar di Islamabad, Pakistan, menyusul pengumuman gencatan senjata selama dua pekan.

- Minggu (12/4): Wakil Presiden AS JD Vance sempat menyatakan perundingan tersebut belum membuahkan kesepakatan.

- Kamis (16/4): Trump mengisyaratkan adanya pertemuan lanjutan yang kemungkinan besar digelar pada akhir pekan ini untuk memecah kebuntuan.

Persoalan uranium yang diperkaya (enriched uranium) telah lama menjadi inti konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Uranium jenis ini merupakan komponen sensitif yang dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, namun jika mencapai tingkat kemurnian tertentu, dapat diolah menjadi hulu ledak nuklir.

Ketegangan meningkat drastis pada awal 2026 setelah serangkaian konfrontasi militer yang merusak infrastruktur energi kedua negara.

Langkah AS untuk mengambil alih cadangan uranium Iran merupakan syarat mutlak bagi AS untuk mengakhiri blokade ekonomi dan militer. Kerja sama teknis yang diusulkan Trump ini dianggap sebagai terobosan "jalan tengah" untuk memastikan pelucutan kemampuan nuklir Iran tanpa harus memicu perang darat yang lebih besar di kawasan Teluk.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 2 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 33 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia