Austria Tarik Produk Makanan Bayi Usai Geger Temuan Racun Tikus
WINA, investor.id – Pihak kepolisian Austria mengeluarkan peringatan serius setelah menemukan kandungan racun tikus di dalam sebuah botol makanan bayi bermerek HiPP. Temuan ini memicu penarikan produk secara besar-besaran karena dugaan sabotase atau pemalsuan produk oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Merek makanan bayi asal Jerman, HiPP, mengumumkan penarikan produk varian bubur "Wortel dengan Kentang" (Carrot with Potato) dari jaringan supermarket SPAR di Austria pada akhir pekan lalu. Langkah ini diambil setelah muncul indikasi adanya zat berbahaya yang dimasukkan ke dalam produk tersebut.
Hasil Uji Laboratorium Positif Racun
Kepolisian Provinsi Burgenland di Austria Timur mengonfirmasi sampel dari botol yang disita telah diuji di laboratorium pada Sabtu (Minggu pagi WIB).
"Hasil pengujian menunjukkan sampel tersebut positif mengandung racun tikus," ungkap pihak kepolisian dalam pernyataan resminya yang dikutip Senin (20/4/2026).
Selain di Austria, penyitaan produk juga dilakukan di Republik Ceko dan Slowakia sebagai bagian dari investigasi besar yang dipimpin oleh kepolisian Jerman.
Badan Perlindungan Pangan Austria menduga tindakan berbahaya ini merupakan bagian dari skema pemerasan terhadap produsen atau pihak terkait.
Imbauan bagi Konsumen
Pihak berwenang mengimbau para orang tua untuk tidak memberikan produk tersebut kepada bayi mereka. Produk yang dicurigai memiliki ciri khusus berupa label putih dengan lingkaran merah di bagian bawah botol. Konsumen diminta untuk segera mengembalikan produk tersebut ke toko tempat pembelian guna mendapatkan pengembalian dana.
Insiden temuan racun tikus di Austria ini menambah panjang daftar krisis keamanan pangan yang menghantam industri makanan bayi dalam beberapa bulan terakhir. Sejak Desember 2025, pasar global telah diguncang oleh penarikan massal susu formula di lebih dari 60 negara.
Raksasa produsen makanan seperti Nestle, Danone, dan Lactalis sebelumnya telah menarik produk mereka karena kekhawatiran kontaminasi toksin cereulide. Bakteri ini diketahui dapat menyebabkan mual, muntah, hingga diare hebat.
Otoritas kesehatan Prancis melaporkan beberapa kasus kematian bayi yang diduga terkait dengan konsumsi susu bubuk yang terkontaminasi zat tersebut, meskipun proses penyelidikan hukum hingga saat ini masih berjalan untuk memastikan keterkaitan langsung antara konsumsi produk dan penyebab kematian para korban.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

