Minggu, 21 Juni 2026

Austria Tarik Produk Makanan Bayi Usai Geger Temuan Racun Tikus

Penulis : Grace El Dora
20 Apr 2026 | 09:48 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi makanan bayi dalam mangkuk. (iStock)
Ilustrasi makanan bayi dalam mangkuk. (iStock)

WINA, investor.id – Pihak kepolisian Austria mengeluarkan peringatan serius setelah menemukan kandungan racun tikus di dalam sebuah botol makanan bayi bermerek HiPP. Temuan ini memicu penarikan produk secara besar-besaran karena dugaan sabotase atau pemalsuan produk oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Merek makanan bayi asal Jerman, HiPP, mengumumkan penarikan produk varian bubur "Wortel dengan Kentang" (Carrot with Potato) dari jaringan supermarket SPAR di Austria pada akhir pekan lalu. Langkah ini diambil setelah muncul indikasi adanya zat berbahaya yang dimasukkan ke dalam produk tersebut.

Hasil Uji Laboratorium Positif Racun

Kepolisian Provinsi Burgenland di Austria Timur mengonfirmasi sampel dari botol yang disita telah diuji di laboratorium pada Sabtu (Minggu pagi WIB).

ADVERTISEMENT

"Hasil pengujian menunjukkan sampel tersebut positif mengandung racun tikus," ungkap pihak kepolisian dalam pernyataan resminya yang dikutip Senin (20/4/2026).

Selain di Austria, penyitaan produk juga dilakukan di Republik Ceko dan Slowakia sebagai bagian dari investigasi besar yang dipimpin oleh kepolisian Jerman.

Badan Perlindungan Pangan Austria menduga tindakan berbahaya ini merupakan bagian dari skema pemerasan terhadap produsen atau pihak terkait.

Imbauan bagi Konsumen

Pihak berwenang mengimbau para orang tua untuk tidak memberikan produk tersebut kepada bayi mereka. Produk yang dicurigai memiliki ciri khusus berupa label putih dengan lingkaran merah di bagian bawah botol. Konsumen diminta untuk segera mengembalikan produk tersebut ke toko tempat pembelian guna mendapatkan pengembalian dana.

Insiden temuan racun tikus di Austria ini menambah panjang daftar krisis keamanan pangan yang menghantam industri makanan bayi dalam beberapa bulan terakhir. Sejak Desember 2025, pasar global telah diguncang oleh penarikan massal susu formula di lebih dari 60 negara.

Raksasa produsen makanan seperti Nestle, Danone, dan Lactalis sebelumnya telah menarik produk mereka karena kekhawatiran kontaminasi toksin cereulide. Bakteri ini diketahui dapat menyebabkan mual, muntah, hingga diare hebat.

Otoritas kesehatan Prancis melaporkan beberapa kasus kematian bayi yang diduga terkait dengan konsumsi susu bubuk yang terkontaminasi zat tersebut, meskipun proses penyelidikan hukum hingga saat ini masih berjalan untuk memastikan keterkaitan langsung antara konsumsi produk dan penyebab kematian para korban.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia