Minggu, 21 Juni 2026

Miliarder Kripto Justin Sun Gugat Proyek Milik Trump Atas Pemerasan

Penulis : Grace El Dora
22 Apr 2026 | 16:41 WIB
BAGIKAN
Pendiri Tron Justin Sun berbicara selama konferensi pers di Hong Kong, China.
Pendiri Tron Justin Sun berbicara selama konferensi pers di Hong Kong, China.

SAN FRANCISCO, investor.id – Dunia kripto kembali diguncang kemelut hukum besar. Miliarder kripto sekaligus pendiri jaringan Tron Justin Sun resmi melayangkan gugatan terhadap World Liberty Financial, sebuah proyek kripto yang ikut didirikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Sun menuduh perusahaan tersebut melakukan pemerasan dan menjalankan "skema ilegal" untuk menyita aset digital miliknya.

Dalam gugatan yang diajukan di Pengadilan Federal San Francisco pada Rabu (22/4/2026), Sun mengklaim dirinya telah dirugikan hingga ratusan juta dolar. Ia juga melontarkan pernyataan pedas dengan menyebut World Liberty sedang berada di ambang kehancuran dan mempertanyakan kecukupan cadangan modal untuk menopang stablecoin USD1 milik mereka, lapor Bloomberg internasional, Rabu (22/4/2026)

Hubungan yang Berujung Seteru

ADVERTISEMENT

Konflik ini bermula dari investasi besar Sun senilai US$ 45 juta (sekitar Rp 730 miliar) untuk membeli tiga miliar token WLFI pada 2024 dan 2025. Selain itu, Sun juga mendapatkan 1 miliar token tambahan sebagai imbalan atas perannya sebagai penasihat proyek tersebut.

Namun, hubungan tersebut retak pada pertengahan tahun lalu. Sun mengaku tim World Liberty mulai bersikap memusuhi dirinya setelah ia menolak memberikan investasi tambahan. Puncaknya, Sun menuduh pihak World Liberty secara diam-diam memasang fitur teknis yang mampu membekukan hingga menghanguskan (burn) token di dalam dompet digital pribadinya.

Ancaman dan Tuduhan Pemerasan

Gugatan tersebut mengungkap rincian yang mengejutkan. Salah satu pendiri proyek Chase Herro disebut pernah mengancam akan menghanguskan token milik Sun yang saat itu bernilai US$ 776 juta. Tak hanya itu, Sun mengklaim pihak World Liberty mengancam akan melaporkannya ke otoritas kriminal jika ia mencoba menuntut haknya.

"Sayangnya, individu tertentu dalam tim proyek World Liberty telah beroperasi dengan cara yang bertentangan dengan nilai-nilai Presiden Trump," ujar Sun melalui unggahannya di media sosial X, Rabu.

Salah satu alasan unik pembekuan aset Sun, menurut dokumen gugatan, adalah kekesalan perusahaan karena Sun membeli koin meme (memecoin) Trump senilai US$ 100 juta di luar platform mereka.

Kondisi Keuangan World Liberty Dipertanyakan

Justin Sun menuding bahwa World Liberty saat ini mengalami kesulitan keuangan serius. Perusahaan tersebut diketahui baru saja mengambil pinjaman dengan menggunakan token WLFI sebagai jaminan.

Di sisi lain, para investor awal proyek ini juga dikabarkan masih belum bisa memperdagangkan 80% aset mereka. Sebuah proposal terbaru bahkan mengusulkan penundaan akses perdagangan token tersebut hingga setidaknya dua tahun ke depan. Melalui gugatan ini, Sun meminta pengadilan untuk mencairkan pembekuan token miliknya dan menuntut ganti rugi materiil yang tidak disebutkan jumlahnya.

World Liberty Financial (WLF) diluncurkan sebagai ambisi besar keluarga Donald Trump untuk mendominasi sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi). Proyek ini diperkenalkan dengan janji untuk mempromosikan penggunaan stablecoin dan memperkuat dominasi dolar AS di ekosistem digital.

Sejak awal, keterlibatan Presiden Trump dan anak-anaknya telah menarik perhatian besar sekaligus kritik mengenai potensi konflik kepentingan antara kebijakan publik dan bisnis pribadi.

Kasus hukum dengan Justin Sun menambah daftar panjang tantangan bagi WLF. Sejak peluncurannya, proyek ini kerap dikritik karena struktur tata kelolanya yang dianggap terlalu sentralistik bagi sebuah proyek kripto, yang memungkinkan pengelola memiliki kendali penuh atas aset pengguna.

Perselisihan ini mencerminkan dinamika keras di industri kripto, di mana batas antara kemitraan strategis, investasi spekulatif, dan regulasi hukum sering kali menjadi kabur, terutama ketika melibatkan tokoh-papan atas dari dunia politik dan teknologi.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 3 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 3 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 3 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia